Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung

Dorong Guru Bahasa Inggris Berkembang, Kadisdikbud Bandar Lampung Apresiasi British Council Melalui Program SERUIT

×

Dorong Guru Bahasa Inggris Berkembang, Kadisdikbud Bandar Lampung Apresiasi British Council Melalui Program SERUIT

Sebarkan artikel ini

ISTIMEWA


MATAMATA.ID – Program peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris SERUIT (Sustainable English Resources for Uplifting Indonesian Teachers) mencapai puncak program pada Kamis, 15 Januari 2026, melalui kegiatan “The Official Closing of SERUIT Project & SERUIT Show-Off” yang digelar di Aula Mufakat Jejamo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung.

Puncak program ini ditandai dengan penutupan secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, Hj. Eka Afriana, S.Pd. Dalam sambutannya, Hj. Eka Afriana menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya SERUIT Project sekaligus mengucapkan terima kasih kepada British Council atas dukungan dana hibah yang membuka kesempatan bagi guru-guru Bahasa Inggris jenjang SD dan SMP Kota Bandar Lampung untuk belajar melalui program pengembangan profesional berkelanjutan (Continuous Professional Development/CPD).

“Kami menyampaikan terima kasih kepada British Council karena melalui dana hibah ini, para guru mendapatkan ruang belajar yang terstruktur, relevan, dan berdampak,” ujar Hj. Eka Afriana.

Pada kesempatan tersebut, Hj. Eka Afriana juga menyampaikan penghargaan kepada grantee SERUIT Project, Septriani, S.Pd., M.A. yang sekaligus merupakan pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung karena telah membersamai para guru selama lebih dari delapan bulan hingga rangkaian program berjalan tuntas.

Ucapan terima kasih turut ditujukan kepada para narasumber SERUIT Project, termasuk co-fasilitator Lasma Sihite, M.Pd, serta narasumber tamu yaitu Prof. Dr. Cucu Sutarsyah, M.Pd (Universitas Lampung) dan Dr. Fathur Rohim (Pengembang Kurikulum BSKAP Kemdikdasmen RI).

Hj. Eka Afriana berpesan agar guru Bahasa Inggris terus meningkatkan kompetensinya karena Bahasa Inggris memiliki posisi strategis dalam pembelajaran abad ini.

Ia menegaskan bahwa penguatan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris semakin penting, terlebih karena Bahasa Inggris telah kembali menjadi mata pelajaran wajib di jenjang SD.

Kadisdikbud juga mendorong agar praktik baik yang lahir dari SERUIT tidak berhenti pada seremoni puncak program, melainkan berlanjut menjadi budaya belajar di sekolah dan komunitas guru.

Memanfaatkan Teaching English Asia, Menguatkan Praktik Pembelajaran SERUIT merupakan program peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris jenjang SD dan SMP Kota Bandar Lampung yang memanfaatkan Teaching English Asia sebuah inisiatif/platform (yang dikelola oleh British Council) yang berfokus pada pengembangan profesional guru Bahasa Inggris di kawasan Asia melalui seminar, pelatihan daring, dan penyediaan sumber pengajaran Bahasa Inggris. Melalui pemanfaatan platform ini, guru.

memperoleh akses pada materi pembelajaran, penguatan strategi mengajar, serta inspirasi praktik yang dapat diterapkan di kelas. Program ini terselenggara atas dukungan dana hibah British Council melalui skema Teacher Educator Enabling Fund (TEEF) 2025.

Rangkaian kegiatan SERUIT berlangsung sejak April hingga Desember 2025 dan dirancang dalam format bertahap agar pembelajaran peserta lebih terarah dan berkelanjutan. Program ini mencakup 1 webinar, 1 MOOC wajib, serta penguatan pembelajaran melalui 2 sesi pembelajaran via Zoom yang difasilitasi oleh Dr. Fathur Rohim. Selain itu, terdapat sesi Hybrid Zoom berupa MOOC Orientation and Registration untuk memastikan kesiapan peserta mengikuti pembelajaran daring secara optimal.

Di sisi luring, SERUIT menyelenggarakan 8 pertemuan tatap muka, termasuk agenda penting Official Launching pada awal program dan Official Closing pada puncak program. Sesi-sesi luring ini difasilitasi oleh Septriani, S.Pd., M.A., Lasma Sihite, M.Pd., serta Prof. Dr. Cucu Sutarsyah, M.Pd. Melalui rangkaian tersebut, guru tidak hanya menerima materi, tetapi juga memperoleh ruang refleksi, pendampingan, dan praktik langsung, termasuk dalam merancang pembelajaran serta menata asesmen yang lebih bermakna.

SERUIT Show-Off”: Ajang Pamer Praktik Baik Guru

Bagian yang menjadi sorotan pada puncak program ini adalah SERUIT Show-Off, yaitu sesi presentasi dan pamer praktik baik peserta. Kegiatan Show-Off dikemas interaktif melalui presentasi dan diskusi berbentuk gallery walk. Dalam sesi ini, 10 presenter menampilkan poster praktik baik dan menjelaskan konteks pembelajaran, tantangan, perubahan strategi, serta dampak penerapan materi dari penguatan pembelajaran SERUIT termasuk praktik terkait AI for Inclusion dan Assessing Learning di kelas masing-masing.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif dalam sesi tanya jawab, umpan balik, serta apresiasi antarguru terhadap inovasi pembelajaran yang dibagikan. Momentum ini menjadi ruang saling belajar, memperkuat jejaring profesional, dan menegaskan bahwa peningkatan kompetensi yang terstruktur dapat menghasilkan perubahan nyata di ruang kelas.

Sepuluh presenter dalam SERUIT Show-Off adalah Indah Octaviani, S.Pd. (SDN 1 Gedong Air), Nanda Nur Rohmah, S.Pd. (SDN 1 Langkapura), Pusvita Sari, S.Pd. (SDN 2 Palapa), Bernarda Isti W., S.Pd., Gr. (SD Fransiskus 1 T. Karang), Maria Mahdalena T., S.Pd. (SD Trinitas), M. Adam Prasetyo (SDN 1 Jagabaya 1), Dita Eka Cahyaningtyas, S.Pd. (SD Pelita Bangsa), Setio Imaniah Praseto N., S.Pd. (SMPN 2 Bandar Lampung), Erwin Junaidi, S.Pd. (SMPN 25 Bandar Lampung), dan Artha Novela Purba, S.Pd. (SMPN 30 Bandar Lampung).

Harapan Keberlanjutan

Dengan tercapainya puncak program SERUIT, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung berharap semangat CPD yang telah dibangun tetap berlanjut. Guru-guru didorong untuk terus memanfaatkan sumber belajar yang tersedia, menjaga kolaborasi antarsekolah, serta memperluas dampak praktik baik ke lingkungan kerja masing-masing.

Puncak program ini menegaskan bahwa penguatan kualitas guru adalah investasi penting untuk pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih relevan dan kuat di sekolah—baik di jenjang SD maupun SMP. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *