Pemkot Bandar Lampung

Stok Vaksin MR di Bandar Lampung Aman, Dinkes Kejar Cakupan Imunisasi

×

Stok Vaksin MR di Bandar Lampung Aman, Dinkes Kejar Cakupan Imunisasi

Sebarkan artikel ini

SMARTNEWS.ID – Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung memastikan stok vaksin campak atau Measles Rubella (MR) dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan imunisasi hingga Maret 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, mengatakan ketersediaan vaksin saat ini masih sesuai dengan target sasaran yang telah ditetapkan.

“Untuk kebutuhan Maret masih tercukupi,” kata Muhtadi, Jumat, 3 April 2026.

Ia menjelaskan, kebutuhan vaksin pada Januari dan Februari 2026 telah terpenuhi. Sementara pada Maret, sasaran imunisasi mencakup 1.818 bayi usia 9 bulan dan 1.811 anak usia 18 bulan.

Saat ini, stok vaksin MR yang tersebar di seluruh puskesmas mencapai 934 vial atau setara 9.340 dosis.

Selain ketersediaan, Dinas Kesehatan juga menjamin kualitas vaksin. Seluruh vaksin berasal dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan dan telah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Untuk menjaga mutu, vaksin disimpan menggunakan sistem rantai dingin dengan suhu terkontrol antara 2 hingga 8 derajat Celsius. Penyimpanan dilakukan di instalasi farmasi maupun puskesmas dengan peralatan khusus.

Distribusi ke lokasi pelayanan juga dilakukan secara ketat menggunakan vaccine carrier atau cool box agar suhu tetap stabil, termasuk saat imunisasi di luar gedung.

Dari sisi capaian, herd immunity di Bandar Lampung pada 2025 dinilai telah terbentuk. Cakupan imunisasi campak untuk bayi usia 9 bulan mencapai 95,8 persen, anak usia 18 bulan 96,6 persen, dan anak kelas 1 SD sebesar 93 persen.

Namun demikian, Dinas Kesehatan mencatat masih ada beberapa wilayah dengan cakupan di bawah target minimal 95 persen.

Pada imunisasi MR1 bayi usia 9 bulan, capaian di wilayah Puskesmas Simpur baru 84,2 persen, Panjang 86,4 persen, dan Labuhan Ratu 94,1 persen.

Sedangkan untuk MR2 anak usia 18 bulan, capaian di Simpur masih 79,4 persen, Panjang 83,4 persen, serta beberapa wilayah lain seperti Kemiling, Labuhan Ratu, KORPRI, dan Campang masih di bawah target.

Sementara itu, imunisasi BIAS MR untuk siswa kelas 1 SD di wilayah Panjang dan Kemiling masing-masing tercatat 84,5 persen dan 87,7 persen.

Dinas Kesehatan menegaskan akan terus menggencarkan upaya peningkatan cakupan imunisasi, terutama di wilayah dengan angka yang masih rendah, guna mencegah risiko penyebaran campak dan potensi kejadian luar biasa di kemudian hari. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *