MATAMATA.ID – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung (Unila) menggelar ujian terbuka sidang promosi doktor pada Jumat 8 Mei 2026, di Aula K FKIP Unila. Pada sidang tersebut, Suroto sukses mempertahankan disertasinya yang mengangkat strategi pembelajaran inovatif guna meningkatkan kompetensi komunikasi bisnis siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Disertasi yang dipaparkan berjudul “Strategi Social Complexity Project-Based Learning (SCoPjBL) untuk Meningkatkan Kompetensi Komunikasi Bisnis Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).”
Sidang dipimpin Murhadi selaku ketua tim penguji, dengan Dr. Rabiyatul Adawiyah Siregar sebagai sekretaris penguji. Sementara itu, Sunyono bertindak sebagai promotor dan Muhammad Sukirlan sebagai co-promotor.
Turut hadir sebagai penguji yakni Dr. Albet Maydiantoro, Hasan Hariri, Dr. Rangga Firdaus, serta Suddin Lada dari Universiti Malaysia Sabah sebagai penguji eksternal.
Sidang promosi doktor tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya anggota DPRD Provinsi Lampung Munir Abdul Haris, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandar Lampung Ichwan Adji Wibowo, dan Wakil Bupati Pesisir Barat Erlina.
Dalam penelitiannya, Suroto menyoroti masih rendahnya kemampuan komunikasi bisnis siswa SMK akibat metode pembelajaran yang cenderung teoritis. Kondisi tersebut dinilai belum mampu membekali siswa menghadapi tantangan komunikasi di dunia kerja modern.
“Terdapat kesenjangan berupa lemahnya komunikasi bisnis siswa dalam pembelajaran di SMK yang cenderung teoritis sehingga pengembangan strategi SCoPjBL penting sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi komunikasi bisnis siswa sesuai dengan tuntutan dunia kerja abad ke-21,” katanya.
Penelitian tersebut bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas strategi SCoPjBL, khususnya bagi siswa pada bidang keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran.
Hasil penelitian menunjukkan strategi yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kompetensi komunikasi bisnis siswa SMK.
Selain menjadi alternatif pembelajaran inovatif bagi guru, hasil penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi referensi dalam penyusunan kebijakan pendidikan dan pengembangan riset selanjutnya.
Ketua Tim Penguji Prof. Murhadi menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas keberhasilan Suroto meraih gelar doktor. Ia menegaskan, gelar akademik tersebut membawa tanggung jawab besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengambilan keputusan di dunia pendidikan. (**)











