MATAMATA.ID – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, memastikan kesiapan calon peserta didik Sekolah Rakyat Permanen Provinsi Lampung menjelang dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Tahun Ajaran 2026/2027. Kepastian itu dilakukan dengan mengunjungi sejumlah rumah calon siswa di Kecamatan Telukbetung Utara, Kota Bandar Lampung, Kamis, 2 Juli 2026.
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan fisik, mental, dan administrasi calon peserta didik sekaligus memberikan sosialisasi kepada orang tua mengenai sistem pendidikan berasrama (boarding school) yang akan diterapkan di Sekolah Rakyat.
“Hari ini saya mengunjungi salah satu calon siswa Sekolah Rakyat Provinsi Lampung untuk melakukan sosialisasi bahwa sebentar lagi akan dilaksanakan MPLS yang dimulai pada 14 Juli mendatang,” kata Jihan.
Dalam kunjungan itu, Jihan menyambangi keluarga Sudarto dan Parsilah. Dua anak mereka, Dewi Nurhafizah dan Edi Qurniawan, telah dinyatakan lolos seleksi dan akan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Permanen Provinsi Lampung di Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan. Dewi akan melanjutkan pendidikan jenjang SMA dengan cita-cita menjadi prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), sedangkan Edi akan menempuh pendidikan SMP dan bercita-cita menjadi dokter.
Selain memberikan motivasi kepada calon siswa, Jihan juga meninjau kondisi rumah keluarga tersebut. Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Lampung akan mengintegrasikan keluarga yang memenuhi kriteria ke dalam Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) agar dapat memperoleh bantuan perbaikan rumah.
“Kami juga melihat langsung kondisi rumah calon siswa. Insyaallah akan kami integrasikan dengan Program BSPS sehingga keluarga dapat memperoleh bantuan pembangunan rumah swadaya,” ujarnya.
Jihan juga mengunjungi Muhammad Arif Pratama, calon siswa SMP Sekolah Rakyat yang sehari-hari membantu orang tuanya berjualan pempek. Arif bercita-cita menjadi anggota Polri.
Menurut Jihan, semangat dan cita-cita besar yang dimiliki para calon siswa menjadi bukti bahwa setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk meraih masa depan melalui pendidikan.
“Saya berharap mereka tetap tekun belajar, disiplin, dan tidak mudah menyerah. Sekolah Rakyat hadir untuk membuka kesempatan bagi anak-anak agar mampu meraih cita-citanya dan memutus rantai kemiskinan,” katanya.
Sekolah Rakyat Permanen Provinsi Lampung dijadwalkan memulai MPLS pada 14 Juli 2026. Sehari sebelumnya, seluruh peserta didik diwajibkan masuk asrama untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan, orientasi lingkungan sekolah, dan doa bersama.
Sekolah berkonsep full boarding school tersebut akan menampung 413 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA yang berasal dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung, sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. (**)














