MATAMATA.ID – Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 di Universitas Lampung (Unila) tidak hanya mencerminkan tingginya persaingan masuk perguruan tinggi, tetapi juga menunjukkan perluasan akses pendidikan bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.
Dari total 2.866 peserta yang diterima, sebanyak 1.319 mahasiswa atau hampir 45 persen tercatat masuk dalam skema bantuan pendidikan KIP Kuliah. Angka ini menjadi indikator meningkatnya keterlibatan negara dalam membuka akses pendidikan tinggi yang lebih inklusif.
Sekretaris PMB Unila, Hero Satrian Arif, menjelaskan bahwa meski jumlah penerima cukup besar, data yang telah dinyatakan memenuhi syarat (eligible) baru mencapai 647 mahasiswa. Hal ini disebabkan proses verifikasi yang masih mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dari pemerintah pusat.
“Kami masih menunggu pembaruan data. Harapannya jumlah penerima KIP Kuliah bisa bertambah, sehingga semakin banyak mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang terbantu,” ujarnya saat konferensi pers pengumuman hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026, di ruang sidang utama Rektorat, Selasa, 31 Maret 2026.
Di tengah tingginya angka bantuan tersebut, tantangan lain masih terlihat pada distribusi asal daerah dan latar belakang pendidikan. Mayoritas mahasiswa yang diterima masih berasal dari Provinsi Lampung, dengan dominasi lulusan SMA. Sementara keterwakilan siswa dari SMK dan madrasah relatif lebih kecil.
Selain itu, kesenjangan antarwilayah juga masih menjadi catatan. Kota Bandar Lampung menjadi daerah dengan jumlah siswa diterima terbanyak, sementara beberapa kabupaten lain mencatat angka yang jauh lebih rendah. Kondisi ini mencerminkan perbedaan kualitas dan kesiapan sekolah dalam menghadapi seleksi nasional berbasis prestasi.
Di sisi lain, tingginya minat masuk Unila tetap menjadi tantangan tersendiri. Dengan total 26.957 pendaftar dan hanya 2.866 yang diterima, peluang lolos melalui jalur SNBP masih sangat terbatas.
Fenomena ini memperlihatkan dua dinamika sekaligus: meningkatnya akses pendidikan bagi kelompok ekonomi lemah melalui KIP Kuliah, namun di sisi lain masih terdapat pekerjaan rumah dalam pemerataan kualitas pendidikan dan kesempatan antarwilayah.
Unila pun mendorong calon mahasiswa yang belum berhasil di SNBP untuk memanfaatkan jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) maupun jalur mandiri sebagai alternatif melanjutkan pendidikan tinggi. (**)












