Perguruan Tinggi

Pelantikan BEM Unila 2026, Mahasiswa Ditekankan Jadi Agen Perubahan dan Berpikir Solutif

×

Pelantikan BEM Unila 2026, Mahasiswa Ditekankan Jadi Agen Perubahan dan Berpikir Solutif

Sebarkan artikel ini

MATAMATA.ID – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM U) Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) resmi dilantik melalui rangkaian kegiatan Studium Generale di Gedung Serbaguna (GSG), Senin, 6 April 2026.

Kegiatan yang mengusung tema tentang peran mahasiswa menuju Industri 5.0 dan Indonesia Emas 2045 ini dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh, di antaranya Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Rektor Unila Lusmeilia Afriani, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, serta Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana.

Ketua BEM U KBM Unila terpilih, Aditiya Putra Bayu, menegaskan bahwa organisasi mahasiswa harus tetap kritis terhadap kebijakan pemerintah. Menurutnya, BEM tidak hanya menjadi bagian dari sistem, tetapi juga berfungsi sebagai pengawas kebijakan yang berpihak pada masyarakat.

“Kami siap bekerja sama jika kebijakan pro-rakyat, tetapi jika tidak, akan kami kawal,” ujarnya.

Rektor Unila, Lusmeilia Afriani, menilai kegiatan ini bukan sekadar pelantikan, melainkan momen penting untuk memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan. Ia menekankan bahwa mahasiswa harus mampu menjaga nilai, berpikir kritis, dan aktif dalam kehidupan sosial.

“Mahasiswa bukan hanya belajar di kelas, tetapi juga berperan sebagai penggerak perubahan di masyarakat,” katanya.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turut mengingatkan bahwa kepengurusan BEM adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Ia berpesan agar mahasiswa tetap menjaga idealisme, mampu menghadirkan solusi, serta memperkuat kolaborasi.

“BEM adalah tempat belajar kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam sesi kuliah umum, Habiburokhman mengajak mahasiswa untuk keluar dari pola pikir lama. Ia menilai mahasiswa perlu lebih dekat dengan masyarakat dan fokus pada solusi nyata atas persoalan yang ada.

“Mahasiswa harus berpikir mendalam dan melihat akar masalah, bukan sekadar ikut arus,” katanya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Unila diharapkan semakin siap menghadapi tantangan zaman, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *