MATAMATA.ID – Pemerintah pusat mulai memperkuat pengembangan pangan lokal berbasis potensi daerah sebagai langkah menjaga ketahanan pangan nasional. Universitas Lampung (Unila) kini dipercaya menjadi salah satu perguruan tinggi pengembang Center of Excellence melalui penguatan National Cassava Center atau pusat pengembangan singkong nasional.
Penunjukan tersebut menjadi langkah strategis dalam mendorong Lampung sebagai sentra pengembangan singkong nasional sekaligus memperkuat hilirisasi industri pangan berbasis komoditas lokal.
Pembahasan penguatan peran Unila sebagai Cassava Center dilakukan dalam Diskusi Kelompok Terfokus Akselerasi Pengembangan National Cassava Center bersama Direktur Pangan dan Pertanian Kementerian PPN/Bappenas di Ruang Sidang Utama Rektorat Unila, Senin, 18 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Plh. Rektor Unila Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., jajaran wakil rektor, para dekan, peneliti Unila, Bappeda Provinsi Lampung, serta perwakilan pemerintah kabupaten dan kota.
Direktur Pangan dan Pertanian Kementerian PPN/Bappenas, Dr. Jarot Indarto, mengatakan pengembangan singkong menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan nasional 2025–2029, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis sumber daya domestik.
“Pangan lokal menjadi prioritas dalam RPJMN karena Indonesia harus mampu memenuhi kebutuhan pangannya dari kekuatan dalam negeri,” ujarnya.
Menurut Jarot, Lampung memiliki potensi besar karena menjadi salah satu daerah penghasil singkong terbesar di Indonesia. Kondisi tersebut dinilai sangat strategis untuk mendorong pengembangan industri singkong secara nasional.
Selain memperkuat sektor pangan, pengembangan singkong juga diyakini mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat, terutama bagi petani dan pelaku usaha di daerah.
Staf Ahli Kementerian PPN/Bappenas, Dr. Suprayoga Hadi, menegaskan pusat pengembangan singkong yang dibangun tidak hanya berfokus pada riset, tetapi juga harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kita ingin membangun pusat unggulan singkong yang benar-benar bermanfaat bagi petani dan mendukung kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Unila, Kuswanta, menyampaikan Unila saat ini tengah memperkuat berbagai program pendukung, mulai dari penyusunan Good Agricultural Practices (GAP), pengembangan demplot, hingga penyusunan roadmap National Cassava Center.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat inovasi teknologi pertanian, peningkatan produktivitas, hingga pengolahan hasil singkong agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.
“Ke depan, National Cassava Center diharapkan menjadi pusat solusi dan inovasi pengembangan singkong melalui kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.
Melalui penguatan tersebut, singkong Lampung diharapkan mampu naik kelas menjadi komoditas strategis nasional yang tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memperkuat ekonomi daerah dan industri pangan berbasis lokal. (**)











