MATAMATA.ID – Persaingan masuk Universitas Lampung (Unila) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 semakin ketat. Sebanyak 40.721 peserta tercatat memilih Unila sebagai tujuan melanjutkan pendidikan tinggi, sementara kuota yang tersedia hanya 5.580 kursi.
Dari total kuota tersebut, Unila menetapkan 5.407 peserta lolos sebagai calon mahasiswa baru jalur SNBT 2026. Hasil itu diumumkan Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., dalam konferensi pers di Gedung Rektorat Unila, Senin, 25 Mei 2026.
Menurut Prof. Suripto, jumlah peminat tahun ini mengalami kenaikan sebesar 0,61 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan minat masyarakat terhadap Unila terus meningkat setiap tahunnya.
“Jumlah peminat SNBT Unila tahun 2026 mencapai 40.721 peserta. Dari kuota 5.580 kursi, sebanyak 5.407 peserta dinyatakan diterima,” katanya.
Dari ribuan mahasiswa yang lolos itu, sebanyak 2.209 orang atau sekitar 40,85 persen tercatat sebagai calon penerima bantuan pendidikan KIP Kuliah. Angka tersebut dinilai menjadi bukti terbukanya akses pendidikan tinggi bagi masyarakat kurang mampu.
Pada kelompok Sains dan Teknologi (Saintek), Program Studi Pendidikan Kedokteran menjadi prodi paling diminati dengan jumlah 1.941 peminat dan daya tampung 100 kursi. Posisi berikutnya ditempati Farmasi (1.200), Gizi (738), Teknik Informatika (707), serta Teknik Sipil (648).
Selain itu, Agribisnis (586), Ilmu Komputer (508), Sistem Informasi (507), Teknik Elektro (453), dan Teknik Mesin (407).
Sementara pada kelompok Sosial dan Humanioran (Soshum), Program Studi Hukum menjadi primadona dengan total 2.486 peminat. Selanjutnya Manajemen (1.582), Akuntansi (1.171), Ilmu Komunikasi (1.111), dan PGSD (1.049).
Program studi lain dengan jumlah peminat tinggi yakni Ilmu Administrasi Niaga/Bisnis (860 peserta), Ilmu Pemerintahan (797), Bimbingan Konseling (735), Ilmu Administrasi Negara (735), serta Bisnis Digital (729).
Meski berstatus program studi baru, Bisnis Digital berhasil menarik perhatian calon mahasiswa dengan total 729 peminat dan masuk dalam jajaran prodi favorit di Unila.
“Ada hal menarik di sini, pada Bisnis Digital ini merupakan prodi baru, namun mampu melampaui yang lain,” ujar Prof. Suripto yang juga Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unila.
Tak hanya favorit, sejumlah program studi juga memiliki tingkat persaingan yang sangat tinggi. Pada kelompok Saintek, Program Studi Gizi menjadi jurusan paling ketat dengan rasio 1:37 atau satu kursi diperebutkan 37 peserta.
Kemudian Farmasi dan Pendidikan Kedokteran memiliki tingkat keketatan 1:20. Sementara Sistem Informasi berada pada rasio 1:10, Ilmu Komputer 1:9, serta Agribisnis dan Teknik Informatika masing-masing 1:8.
Pada kelompok Soshum, Manajemen menjadi prodi paling kompetitif dengan rasio 1:15. Disusul Ilmu Komunikasi 1:12, Akuntansi dan Bimbingan Konseling 1:11, serta Bisnis Digital dengan rasio 1:11.
Data SNBT Unila 2026 juga memperlihatkan dominasi peserta asal Provinsi Lampung. Sebanyak 78 persen peminat berasal dari Lampung, sedangkan 22 persen lainnya berasal dari luar provinsi.
Lampung tercatat menyumbang 31.754 peminat, jauh di atas Sumatera Selatan (3.814), Sumatera Utara (1.489), Jawa Barat (852), dan Banten (763).
Dominasi Lampung juga terlihat pada hasil kelulusan. Dari total peserta yang diterima, sebanyak 4.164 mahasiswa berasal dari Provinsi Lampung atau sekitar 77,01 persen.
Prof. Suripto menambahkan, Kota Bandar Lampung masih menjadi daerah dengan jumlah peserta SNBT terbanyak di Provinsi Lampung. Tingginya angka tersebut mencerminkan besarnya minat lulusan SMA sederajat di ibu kota provinsi untuk melanjutkan pendidikan di Unila. (**)











