Pemkot Bandar Lampung

Pemkot Bandar Lampung Rayakan Hari Kartini dengan Nuansa Budaya dan Penguatan Peran Perempuan

×

Pemkot Bandar Lampung Rayakan Hari Kartini dengan Nuansa Budaya dan Penguatan Peran Perempuan

Sebarkan artikel ini

MATAMATA.ID – Peringatan Hari Kartini 2026 di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung tampil dengan wajah berbeda. Tidak hanya menjadi seremoni tahunan, momentum ini dimanfaatkan sebagai ruang aktualisasi perempuan birokrasi untuk menunjukkan peran strategisnya dalam pelayanan publik sekaligus pelestarian budaya lokal.

Upacara yang digelar khidmat di halaman kantor pemkot, Selasa, 21 April 2026, dipimpin langsung oleh Wali Kota Eva Dwiana. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan pidato tertulis Wakil Presiden RI, Selvi Gibran Rakabuming, yang menekankan bahwa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini tetap relevan dan menjadi fondasi moral perempuan Indonesia di tengah dinamika zaman.

Pesan tersebut tidak berhenti pada tataran simbolik. Pemkot Bandar Lampung mencoba menerjemahkan nilai-nilai Kartini ke dalam praktik nyata di lingkungan kerja.

Ribuan pegawai perempuan tampak anggun mengenakan kebaya dan busana formal bernuansa tradisional, menciptakan suasana yang sarat makna, bahwa profesionalisme dan identitas budaya dapat berjalan beriringan.

Di sisi lain, sejumlah instansi teknis seperti Damkarmat, BPBD, dan Satpol PP tetap mengenakan seragam dinas sebagai bentuk komitmen terhadap kesiapsiagaan. Kontras ini justru mempertegas pesan bahwa peran perempuan dalam birokrasi sangat beragam dari lini pelayanan hingga garda terdepan penanganan kedaruratan.

Tidak hanya upacara, peringatan Hari Kartini juga diwarnai dengan berbagai kegiatan kreatif yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kota Bandar Lampung. Lomba menyusun tumpeng dan menghias meja kerja menjadi daya tarik tersendiri yang diikuti antusias oleh para pegawai.

Kepala Dinas PPPA, Maryamah, menyebut kegiatan ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari strategi membangun ruang ekspresi bagi perempuan di lingkungan birokrasi.

“Perempuan hari ini tidak hanya dituntut profesional dalam pelayanan publik, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai budaya serta memperkuat kebersamaan di tempat kerja,” ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan kreatif seperti ini penting untuk membangun rasa memiliki dan kebanggaan terhadap identitas perempuan, sekaligus mempererat hubungan antarpegawai yang selama ini disibukkan oleh rutinitas administratif.

Lebih jauh, momentum ini juga mencerminkan pergeseran cara pandang terhadap emansipasi perempuan. Jika dahulu perjuangan Kartini identik dengan akses pendidikan dan kesetaraan hak, kini maknanya berkembang menjadi bagaimana perempuan mampu hadir sebagai aktor utama dalam pembangunan baik sebagai pengambil kebijakan, pelaksana program, maupun agen perubahan sosial.

Pemkot Bandar Lampung melalui peringatan ini ingin menegaskan bahwa birokrasi modern membutuhkan sentuhan kepemimpinan perempuan yang adaptif, kreatif, dan berakar pada nilai budaya. Tidak hanya sebagai pelengkap, perempuan kini menjadi pilar penting dalam mendorong inovasi pelayanan publik.

Dengan memadukan nilai historis, budaya, dan semangat kolaborasi, peringatan Hari Kartini 2026 di Bandar Lampung diharapkan tidak berhenti sebagai agenda rutin tahunan.

Lebih dari itu, momentum ini diharapkan menjadi inspirasi berkelanjutan bagi instansi lain untuk membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan dalam berkarya, berinovasi, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *