MATAMATA.ID – Di tengah fokus publik pada peserta dan pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026, ada peran “pasukan senyap” yang turut menentukan kelancaran ujian di Universitas Lampung (Unila). Mereka adalah para petugas kebersihan yang bekerja tanpa banyak sorotan, namun berdampak besar pada kenyamanan lingkungan kampus.
Subkoordinator Rumah Tangga Unila, Nuri Hati Br Ginting, menyampaikan bahwa sistem kerja kebersihan diatur secara terstruktur dengan pembagian tiga tim, yakni tim depan, tim tengah, dan tim belakang.
Pembagian wilayah kerja mencakup area strategis kampus, mulai dari RSPTN hingga parkir terpadu, kawasan rektorat dan jalur dua, hingga area GSG embung sampai Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di sekitar Fakultas Teknik dan Perpustakaan.
Sebanyak 22 petugas kebersihan dikerahkan setiap hari untuk memastikan lingkungan tetap bersih. Aktivitas mereka meliputi menyapu jalan, merawat tanaman, mengangkut sampah, hingga memangkas pepohonan.
Namun, tugas tersebut tidak selalu berjalan mulus. Faktor cuaca menjadi tantangan utama yang harus dihadapi di lapangan. Angin kencang yang terus menggugurkan daun serta hujan deras kerap menghambat pekerjaan.
Salah satu petugas, Supriyanto, mengungkapkan bahwa kondisi alam sering kali di luar kendali. “Kalau hujan atau angin kencang, pekerjaan jadi terhambat. Tapi itu sudah risiko pekerjaan,” ujarnya.
Di sisi lain, keterbatasan jumlah personel membuat beberapa area yang berada di antara fakultas belum terjangkau secara maksimal. Meski demikian, para petugas tetap berupaya menjaga kebersihan kampus selama pelaksanaan UTBK berlangsung.
Pihak Unila berharap adanya penambahan tenaga kebersihan agar seluruh area kampus dapat terlayani dengan optimal.
Bagi para petugas, apresiasi sederhana menjadi penyemangat dalam bekerja. Pengakuan atas hasil kerja, meski hanya berupa pujian atau tanda jempol dari pimpinan, menjadi kebahagiaan tersendiri di balik tugas yang mereka jalankan setiap hari. (**)












