MATAMATA.ID – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meresmikan Klinik Berhenti Merokok, Klinik Nyeri dan Paliatif, serta layanan Shuttle Bus “Lamban Tuppak Puakhi” di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H Abdul Moeloek (RSUDAM), pada Jumat 8 Agustus 2025.
Wagub Jihan menjelaskan, kehadiran klinik-klinik tersebut diharapkan memberi manfaat luas, baik dari sisi pencegahan maupun penanganan penyakit.
“Klinik Berhenti Merokok diharapkan menjadi tempat bagi masyarakat yang ingin lepas dari kebiasaan merokok, sementara Klinik Nyeri dan Paliatif akan membantu pasien dengan nyeri kronis maupun yang membutuhkan perawatan paliatif. Fasilitas shuttle bus ini juga akan memudahkan pasien dan keluarga dalam mengakses rumah singgah,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Jihan sekaligus mengucapkan selamat ulang tahun ke-41 untuk RSUDAM. Ia berharap momentum ini menjadi awal kemajuan rumah sakit dalam pelayanan, teknologi, serta pengembangan pusat-pusat kesehatan.
“Usia 41 tahun adalah usia matang. Ke depan, RSUDAM diharapkan mampu menjadi center of excellence dalam pelayanan, teknologi, riset, dan pengembangan kesehatan, sekaligus menjadi katalisator tumbuhnya industri kesehatan di Lampung,” kata Jihan.
Ia juga menyampaikan bahwa perayaan tahun ini terasa istimewa karena RSUDAM memiliki direktur baru, dr. Imam Ghozali, yang dipercaya mampu membawa rumah sakit menuju perbaikan manajerial, peningkatan kualitas SDM, digitalisasi layanan, dan penciptaan unit bisnis pendukung tanpa membebani pasien.
Disaat yang bersamaan Direktur RSUDAM, dr. Imam Ghozali, menyampaikan bahwa peluncuran Klinik Berhenti Merokok merupakan bentuk dukungan terhadap Peraturan Gubernur Lampung Nomor 15 Tahun 2025 tentang larangan merokok di tempat tertentu.
“RSUDAM punya fasilitas PTDS Paru-paru, dan kami berinovasi mendirikan Klinik Berhenti Merokok agar masyarakat dapat berkonsultasi dan menghentikan kebiasaan merokok. Selain itu, Klinik Nyeri dan Paliatif kami persembahkan untuk membantu pasien dengan kebutuhan khusus,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya rumah singgah “Lamban Tuppak Puakhi” beserta layanan shuttle bus yang bekerja sama dengan Dinas Sosial. Layanan ini menjadi solusi bagi pasien rujukan dari berbagai daerah yang membutuhkan tempat menginap layak, lengkap dengan makan dan transportasi antar-jemput dari dan ke rumah sakit.
“Selama ini ada pasien yang terpaksa bermalam di masjid atau ruang tunggu. Kini mereka punya tempat yang lebih layak,” tambah Imam.
Acara peresmian ini dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo, jajaran Forkopimda, serta pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemprov Lampung.
Dengan diresmikannya inovasi ini,
RSUDAM menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan yang ramah, mudah diakses, serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Lampung, khususnya bagi pasien yang membutuhkan perawatan khusus dan dukungan mobilitas. (YOGA)












