Pemkot Bandar Lampung

Pemkot Bandar Lampung Salurkan Insentif Kader Posyandu, Diminta Perangi Stunting

×

Pemkot Bandar Lampung Salurkan Insentif Kader Posyandu, Diminta Perangi Stunting

Sebarkan artikel ini

MATAMATA.ID – Pemerintah Kota Bandar Lampung menyalurkan insentif kepada kader Posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB) dalam kegiatan yang digelar di Aula Semergou, Senin, 16 Maret 2026.

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, mengatakan pemberian insentif tersebut merupakan bentuk apresiasi pemerintah atas dedikasi para kader yang selama ini aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, para kader memiliki peran penting dalam berbagai pelayanan kesehatan di lingkungan masyarakat, mulai dari mendampingi ibu hamil, memantau tumbuh kembang balita hingga memperhatikan kesehatan lansia.

Eva mengakui nilai insentif yang diberikan mungkin belum sebanding dengan pengorbanan para kader di lapangan. Namun demikian, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperhatikan kesejahteraan para kader sesuai kemampuan anggaran daerah.

“Jika dibandingkan dengan keringat, waktu, dan kesabaran ibu-ibu dalam mengurus balita, ibu hamil hingga lansia, nilai insentif ini mungkin tidak seberapa. Namun mohon dilihat sebagai bentuk apresiasi dan kasih sayang Pemerintah Kota Bandar Lampung atas pengabdian ibu-ibu sekalian,” ujarnya.

Ia menegaskan keberadaan kader posyandu sangat penting dalam mendukung berbagai program kesehatan masyarakat, terutama dalam upaya menekan angka stunting di Kota Bandar Lampung.

Memasuki tahun 2026, Eva meminta para kader tetap semangat memantau tumbuh kembang anak di lingkungan masing-masing agar Kota Bandar Lampung dapat terbebas dari stunting serta mampu melahirkan generasi yang sehat dan tangguh.

Selain itu, para kader juga diharapkan terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait program keluarga berencana (KB) serta menjaga kesehatan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Eva juga mengingatkan para kader agar tetap teliti dalam melakukan pelaporan kegiatan di lapangan, karena data dari kader menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan.

“Data dari ibu-ibu sangat penting bagi kami dalam mengambil kebijakan dan menentukan langkah ke depan,” katanya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *