MATAMATA.ID – RSUD Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung menerapkan penanganan khusus bagi pasien campak dengan menyiapkan ruang isolasi serta prosedur ketat untuk mencegah penyebaran penyakit.
Dokter RSUDAM, dr. Yuliana, menjelaskan bahwa pasien campak ditempatkan di ruang terpisah, khususnya di ruang anak Alamanda lantai 2 dan 3. Kebijakan ini dilakukan agar pasien tidak bercampur dengan penderita penyakit lain.
“Pasien campak dirawat di ruang khusus dan tidak digabung dengan pasien lain. Setelah digunakan, ruangan juga didisinfeksi terlebih dahulu,” kata Yuliana, Sabtu, 4 April 2026.
Penanganan sudah dimulai sejak pasien tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Melalui sistem triase, tenaga medis langsung melakukan pemilahan untuk mendeteksi gejala awal campak dan menentukan langkah perawatan selanjutnya.
Untuk pasien dengan kondisi serius, seperti yang mengalami komplikasi pneumonia, perawatan dilakukan di ruang Penyakit Infeksi Emerging (PNRE) yang telah dilengkapi ICU khusus penyakit menular.
“Kasus berat tidak dirawat di ICU biasa, tetapi di PNRE yang memang disiapkan untuk penyakit infeksi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Yuliana menyebutkan bahwa pengobatan campak berfokus pada peningkatan imunitas tubuh, pemberian vitamin A, pemenuhan nutrisi, serta penanganan infeksi penyerta.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya RSUDAM dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus campak, terutama pada kelompok anak-anak. (**)











