MATAMATA.ID – Universitas Lampung (Unila) terus memperkuat kualitas pendidikan pascasarjana melalui proses seleksi yang semakin ketat dan terukur. Sebanyak 446 peserta mengikuti Ujian Tulis Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Program Pascasarjana Gelombang II Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung di Gedung Unit Penunjang Akademik (UPA) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Unila, Sabtu, 6 Juni 2026.
Peserta yang mengikuti seleksi terdiri dari 323 calon mahasiswa Program Magister (S-2) dan 123 calon mahasiswa Program Doktor (S-3). Seluruh peserta menjalani ujian berbasis komputer yang dilaksanakan di 11 ruang ujian dengan dukungan fasilitas teknologi dan sistem pengamanan yang telah dipersiapkan secara maksimal.
Koordinator PMB Unila, Dr. Muhamad Komarudin, S.T., M.T., mengatakan bahwa seleksi tahun ini dirancang untuk menjaring calon mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menghasilkan riset berkualitas.
Menurutnya, tim penyusun soal telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan seleksi sebelumnya sehingga instrumen yang digunakan saat ini lebih mampu mengukur kemampuan analisis, logika, dan kesiapan akademik peserta.
“Komposisi soal telah kami sesuaikan berdasarkan hasil evaluasi tahun sebelumnya dan pelaksanaan gelombang pertama. Kami juga menambahkan sejumlah soal baru agar proses seleksi semakin objektif dan mampu menghasilkan mahasiswa pascasarjana yang berkualitas,” ujarnya.
Komarudin menjelaskan, peningkatan mutu seleksi menjadi bagian dari strategi Unila dalam menjaga kualitas lulusan program magister dan doktor yang dihasilkan setiap tahun.
Hal ini juga sejalan dengan program prioritas Rektor Unila yang mendorong peningkatan angka kelulusan tepat waktu, tanpa mengabaikan kualitas penelitian dan karya ilmiah mahasiswa.
“Mahasiswa pascasarjana merupakan motor penggerak pengembangan riset di perguruan tinggi. Karena itu proses seleksi harus mampu memastikan bahwa peserta yang diterima memiliki kapasitas akademik yang memadai untuk menyelesaikan studi serta menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas,” katanya.
Melalui seleksi yang ketat sejak awal, Unila berharap mahasiswa yang diterima nantinya mampu menyelesaikan studi sesuai target, memperkuat produktivitas penelitian, serta menghasilkan tesis dan disertasi yang dapat dipublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional bereputasi.
Tingginya jumlah peserta pada gelombang kedua ini juga menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Program Pascasarjana Unila sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi dan pengembangan riset yang terus berkembang di Indonesia. Dengan dukungan fasilitas teknologi yang semakin modern dan sistem seleksi yang berkualitas, Unila optimistis dapat terus mencetak lulusan magister dan doktor yang berdaya saing global. (**)











