ISTIMEWA
MATAMATA.ID – Pemerintah Kota Bandar Lampung terus memperkuat kualitas pendidikan dengan mendorong lahirnya budaya belajar yang adaptif terhadap tantangan global.
Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Program Pembiasaan Bahasa Inggris untuk Sekolah Negeri dan peluncuran Lomba Penghargaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Tahun 2026 yang dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. M. Nur Ramdhan, S.E., M.Acc., Akt., CGAE., CA., ACPA, Kamis, 6 Agustus 2026.
Kegiatan digelar di SMPN 16 Bandar Lampung yang diikuti seluruh kepala SD dan SMP negeri se-Bandar Lampung, itu menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menyiapkan peserta didik yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Nur Ramdhan mengatakan kemampuan berbahasa Inggris kini telah menjadi kebutuhan dasar bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan dunia kerja.
Karena itu, menurutnya, pembiasaan berbahasa Inggris harus dimulai dari lingkungan sekolah melalui aktivitas sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
“Bukan hanya kemampuan berbahasa Inggris yang kita bangun tetapi juga keberanian siswa untuk berkomunikasi, berpikir terbuka, dan siap menghadapi persaingan global. Program ini harus menjadi budaya yang hidup di sekolah, dimulai dari guru sebagai teladan hingga menjadi kebiasaan seluruh warga sekolah,” ujarnya.
Keberhasilan program, kata dia, tidak diukur dari banyaknya kegiatan seremonial, melainkan dari perubahan budaya belajar yang mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dalam menggunakan bahasa asing sebagai sarana komunikasi.
Kesempatan ini, tambahnya, juga meluncurkan Lomba Penghargaan GTK 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada guru dan tenaga kependidikan yang telah menunjukkan dedikasi, inovasi, serta kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Menurut dia, guru merupakan ujung tombak pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, penghargaan diberikan sebagai motivasi agar semakin banyak pendidik menghadirkan inovasi pembelajaran yang kreatif, inspiratif.
“Tentunya juga akan berdampak bagi peserta didik,” kata dia didampingi Sekretaris Disdikbud Abdul Khanif, M.Pd itu.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud, Kusrina, M.Pd, menambahkan program pembiasaan Bahasa Inggris dirancang agar menjadi bagian dari aktivitas harian di sekolah, sehingga siswa dapat belajar secara alami tanpa merasa terbebani.
“Pembiasaan dilakukan melalui komunikasi sederhana, sapaan setiap pagi, penggunaan ungkapan-ungkapan dasar di lingkungan sekolah, hingga penguatan dalam proses pembelajaran. Dengan cara seperti ini, kemampuan berbahasa Inggris siswa akan tumbuh secara bertahap karena menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari,” jelas Kusrina.
Ia mengatakan, program tersebut juga menjadi sarana meningkatkan kompetensi guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, komunikatif, dan menyenangkan.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa, tetapi juga membangun rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, serta membuka wawasan mereka terhadap perkembangan dunia,” katanya.
Di sisi lain, Lomba Penghargaan GTK diharapkan menjadi ruang bagi guru untuk terus berinovasi, berbagi praktik baik, dan menginspirasi rekan sejawat dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kota Bandar Lampung.
Ia optimistis sinergi antara kepala sekolah, guru, dan Disdikbud akan mempercepat terwujudnya ekosistem pendidikan yang berkualitas, inovatif, dan mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
“Melalui dua program strategis ini diharapkan terus menghadirkan pendidikan yang berkualitas, memberikan ruang bagi guru untuk terus berkembang, sekaligus menyiapkan generasi muda yang adaptif, berprestasi, dan mampu bersaing di era global,” kata dia.











