MATAMATA.ID – Universitas Lampung (Unila) melalui Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) menjadi tuan rumah pertemuan Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri (BKS PTN) Wilayah Barat Bidang Ilmu Sosial. Forum strategis ini membahas penguatan peran ilmu sosial dalam pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan kedaulatan bangsa.
Kegiatan bertema “Harmonisasi Pembangunan Berkelanjutan dalam Bingkai Kedaulatan Bangsa Indonesia” tersebut dibuka pada Jumat, 17 April 2026, di Aula A Gedung A FISIP Unila.
Hadir dalam pembukaan antara lain Wakil Rektor Bidang Akademik Suripto Dwi Yuwono, Ketua Senat Unila Herpratiwi, Dekan FISIP Unila Anna Gustina Zainal, Sekretaris Daerah Kota Bandar Lampung Iwan Gunawan, serta Koordinator BKS PTN Barat Jendrius bersama delegasi perguruan tinggi.
Dekan FISIP Unila, Anna Gustina Zainal, mengatakan kegiatan ini berlangsung pada 15–19 April 2026 dan diikuti 29 delegasi dari total 32 anggota BKS PTN Barat. Peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri di wilayah barat Indonesia, termasuk Aceh dan sejumlah kampus di Pulau Jawa.
Menurutnya, forum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi akademik, tetapi juga ruang konsolidasi untuk merumuskan kontribusi nyata ilmu sosial terhadap isu-isu pembangunan.
“Rangkaian kegiatan meliputi seminar nasional, rapat kerja, lomba mahasiswa, podcast, hingga pengabdian kepada masyarakat. Ini menjadi momentum memperkuat sinergi lintas kampus,” ujarnya.
Sementara itu, Jendrius menegaskan bahwa BKS PTN Barat merupakan forum penting dalam menyelaraskan program kerja antarperguruan tinggi, khususnya dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
“Ini agenda tahunan yang memperkuat kolaborasi. Kehadiran 29 delegasi menunjukkan komitmen bersama dalam pengembangan ilmu sosial,” katanya.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antaranggota BKS PTN Barat Bidang Ilmu Sosial sebagai langkah konkret memperluas kolaborasi di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian.
Melalui forum ini, diharapkan lahir gagasan dan rekomendasi strategis yang mampu memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis kearifan lokal dan kedaulatan nasional.












