Pemprov Lampung

Pemprov Lampung Dorong Kolaborasi Multisektoral Percepat Eliminasi TBC di Pesawaran

×

Pemprov Lampung Dorong Kolaborasi Multisektoral Percepat Eliminasi TBC di Pesawaran

Sebarkan artikel ini

MATAMATA.ID – Pemerintah Provinsi Lampung terus mempercepat intervensi penanggulangan Tuberkulosis (TBC) secara multisektoral. Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni memfinalisasi aplikasi “Lampung Peduli TBC” di Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung.

Aplikasi berbasis digital tersebut diperkuat dengan penambahan sejumlah variabel data guna memaksimalkan pelacakan kasus TBC sekaligus mendukung program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi pasien TBC.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Pesawaran secara virtual dari ruang kerjanya, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurut Jihan, penanggulangan TBC menjadi salah satu prioritas nasional dalam delapan program hasil terbaik cepat pemerintah pusat dengan target penurunan kasus hingga 50 persen dalam lima tahun ke depan.

Untuk mendukung target tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung mengintegrasikan sektor kesehatan dengan sektor perumahan melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Tahun Anggaran 2026.

“Ini menjadi langkah awal yang cukup penting karena bantuan stimulus perumahan kini secara khusus menyasar pasien TBC. Pendekatan kesehatan dan kelayakan hunian harus berjalan beriringan,” ujar Jihan.

Ia menjelaskan, Provinsi Lampung tahun ini memperoleh kuota bantuan stimulus perumahan hingga 10 ribu unit. Karena itu, seluruh Dinas Kesehatan kabupaten/kota diminta bergerak cepat melakukan validasi data calon penerima bantuan.

Berdasarkan sinkronisasi data bersama Direktorat Jenderal Perumahan Perdesaan per Mei 2026, dari 367 usulan pasien TBC kategori Backlog Dua di Provinsi Lampung, sebanyak 217 usulan telah terverifikasi sebagai calon penerima bantuan renovasi rumah, sementara 150 lainnya menjadi data cadangan.

Khusus Kabupaten Pesawaran, dari 158 usulan awal, hanya 54 yang masuk kategori Backlog Dua dan dua pasien dinyatakan lolos verifikasi akhir.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Gubernur meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran lebih agresif melakukan pelacakan dan asesmen lapangan agar kuota bantuan dapat terserap optimal.

Di sisi lain, meski fasilitas penunjang kesehatan di Lampung telah diperkuat dengan 80 mesin Tes Cepat Molekuler (TCM) serta rencana pengadaan 13 unit X-Ray Portable, capaian indikator penanganan TBC di Kabupaten Pesawaran masih membutuhkan percepatan serius.

Data evaluasi menunjukkan angka keberhasilan pengobatan atau treatment success rate di Pesawaran telah mencapai 93 persen dan berada pada zona hijau.

Namun, investigasi kontak kasus TBC paru baru mencapai 53 persen atau masih berada di zona kuning. Sementara capaian pelayanan terhadap terduga TBC sesuai standar tercatat sebesar 32 persen.

Kondisi paling memprihatinkan terlihat pada indikator penemuan kasus baru atau notification rate yang baru mencapai 14 persen dari target ideal 90 persen. Selain itu, capaian pemberian Terapi Pencegahan TBC juga masih sangat rendah, yakni 2 persen.

Rendahnya capaian tersebut turut dipengaruhi minimnya jumlah kader TBC di Kabupaten Pesawaran yang saat ini baru berjumlah 24 orang, terendah di Provinsi Lampung.

Untuk mempercepat penanganan, Wakil Gubernur merumuskan sejumlah rekomendasi strategis, mulai dari percepatan finalisasi Rencana Aksi Daerah penanggulangan TBC hingga optimalisasi peran tim multisektoral yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 430 Tahun 2024.

Selain itu, Pemprov Lampung juga mendorong peningkatan penemuan kasus melalui skrining aktif berbasis wilayah dengan melibatkan organisasi masyarakat serta penambahan kader lokal.

Dinas Kesehatan Pesawaran juga diminta memperkuat kemitraan dengan dokter praktik mandiri, klinik swasta, dan rumah sakit swasta dalam sistem pelaporan satu pintu.

Menanggapi arahan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Pesawaran menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk segera mengevaluasi kinerja puskesmas dan instansi terkait yang belum memenuhi target penanganan TBC hingga Mei 2026.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, dr. Imelda Carolina, mengatakan kondisi geografis Pesawaran yang terdiri dari 11 kecamatan dan 148 desa menjadi tantangan tersendiri dalam pengawasan serta penanganan kasus TBC secara menyeluruh. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *