Pemprov Lampung

Lampung Waspadai El Nino, Ribuan Irigasi Dikebut Selamatkan Sawah

×

Lampung Waspadai El Nino, Ribuan Irigasi Dikebut Selamatkan Sawah

Sebarkan artikel ini

MATAMATA.ID – Ancaman musim kemarau panjang dan potensi El Nino 2026 mulai menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Lampung. Sejumlah langkah percepatan kini disiapkan untuk menjaga produksi pangan tetap aman di tengah risiko kekeringan yang dapat mengganggu sektor pertanian.

Pemprov Lampung bersama Kementerian Pertanian RI mulai mematangkan strategi penguatan infrastruktur air sebagai benteng utama menghadapi perubahan iklim ekstrem. Fokus utama diarahkan pada percepatan pembangunan sistem irigasi dan konservasi air di berbagai wilayah sentra pertanian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung, Elvira Umihanni, mengatakan pemerintah tidak ingin ancaman El Nino berdampak pada turunnya produktivitas pangan daerah.

“Lampung harus siap menghadapi musim kering. Karena itu penguatan infrastruktur air menjadi prioritas agar lahan pertanian tetap produktif,” ujarnya, Kamis, 28 Mei 2026.

Menurut Elvira, tantangan terbesar pertanian Lampung saat ini masih berkaitan dengan tata kelola air yang belum optimal. Saat musim hujan, banyak wilayah pertanian mengalami genangan akibat minimnya embung penampung dan sistem drainase yang belum memadai. Sebaliknya ketika kemarau datang, sawah justru rentan kekeringan.

Kondisi itu dinilai menjadi ancaman serius bagi target swasembada pangan dan posisi Lampung sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah mempercepat pembangunan lebih dari 1.200 unit irigasi perpompaan yang tersebar di kabupaten dan kota di Lampung. Program tersebut juga diperkuat dengan rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan saluran perpipaan, hingga konservasi sumber air.

Pemprov Lampung menilai penguatan sistem pengairan menjadi solusi penting untuk menjaga indeks pertanaman dan menekan risiko gagal panen saat musim kemarau panjang.

Selain fokus pada infrastruktur, pemerintah juga mulai memperkuat koordinasi lapangan bersama para penyuluh pertanian. Pendampingan petani dinilai menjadi faktor penting agar distribusi bantuan, pengelolaan air, dan pengendalian hama berjalan efektif.

Di sisi lain, Lampung juga masih menghadapi kendala teknis dalam pengajuan program pembangunan irigasi ke pemerintah pusat. Salah satunya terkait penyusunan dokumen teknis yang membutuhkan kemampuan khusus.

Karena itu, Pemprov Lampung meminta dukungan pelatihan teknis dari pemerintah pusat agar aparatur daerah dan penyuluh pertanian memiliki kapasitas lebih kuat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pertanian.

Langkah antisipasi tersebut dilakukan seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak perubahan iklim yang mulai dirasakan petani dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari pola musim yang tidak menentu hingga ancaman kekeringan di sejumlah wilayah pertanian. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pemprov Lampung

MATAMATA.ID – Pemerintah Provinsi Lampung yang diwakili Staf…