MATAMATA.ID – Perumda Air Minum Way Rilau mulai bersiap menghadapi potensi krisis pasokan air bersih seiring menurunnya debit sejumlah sumber air baku akibat musim kemarau. Meski distribusi air ke pelanggan di Kota Bandar Lampung masih berlangsung normal, perusahaan telah menyiapkan skenario darurat jika kondisi terus memburuk pada Agustus hingga September 2026.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perumda Air Minum Way Rilau, Nopirina, mengatakan debit tiga sumber air utama, yakni Way Kuripan, Way Jernih, dan Way Betung, telah turun sekitar 17 persen dibandingkan kondisi normal.
“Kondisi saat ini masih terkendali dan pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan. Namun, kami terus memantau perkembangan debit air dan telah menyiapkan langkah antisipasi apabila penurunannya semakin besar,” ujar Nopirina, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, kapasitas produksi instalasi pengolahan air (IPA) masih mencukupi kebutuhan pelanggan. IPA 1 dan IPA 2 masing-masing berproduksi sekitar 500 liter per detik, sedangkan IPA Way Sekampung menghasilkan sekitar 400 liter per detik dari kapasitas terpasang 750 liter per detik.
Sementara itu, produksi dari sejumlah mata air juga mulai terdampak kemarau dengan penurunan sekitar 5 hingga 10 persen. Saat ini, Mata Air Batu Putih menghasilkan 57 liter per detik, Tanjung Aman 40 liter per detik, dan Way Biak 8 liter per detik.
Sebagai langkah antisipasi, Way Rilau telah menyiapkan penerapan sistem pengaturan jam distribusi apabila penurunan debit air mencapai 20 hingga 30 persen dari kondisi normal.
Selain itu, armada mobil tangki juga disiagakan untuk melayani masyarakat yang mengalami gangguan pasokan air bersih. Warga dapat mengajukan permohonan bantuan melalui ketua RT maupun pemerintah kelurahan agar distribusi air dapat dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan.
Nopirina juga mengajak masyarakat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Menurutnya, penghematan penggunaan air menjadi salah satu upaya penting untuk menjaga stabilitas pasokan hingga musim hujan kembali tiba.
“Kami berharap pelanggan dapat menggunakan air seperlunya sehingga layanan air bersih tetap terjaga selama musim kemarau,” katanya. (**)









