MATAMATA.ID – RSUD Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Provinsi Lampung kembali menunjukkan perannya sebagai rumah sakit rujukan sekaligus pusat pengembangan sumber daya manusia kesehatan melalui penyelenggaraan Pelatihan Dialisis bagi Perawat Rumah Sakit dan Klinik Khusus Dialisis Batch 2.
Pelatihan yang dilaksanakan secara luring pada Selasa, 2 Juni 2026, itu diikuti para perawat dari berbagai fasilitas kesehatan sebagai upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga keperawatan dalam memberikan pelayanan hemodialisis kepada pasien.
Humas RSUDAM Lampung, Desy Yuanita, mengatakan bahwa penguatan kapasitas tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan pelayanan pasien gagal ginjal yang terus meningkat.
Menurutnya, layanan hemodialisis membutuhkan tenaga perawat yang memiliki kompetensi khusus karena proses terapi cuci darah memiliki risiko dan standar pelayanan yang harus dipenuhi secara ketat.
“Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan peserta baik dari sisi teori maupun praktik, sehingga mampu memberikan pelayanan dialisis yang aman, efektif, dan berorientasi pada keselamatan pasien,” kata Desy.
Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi terkait pelayanan hemodialisis, mulai dari pemahaman dasar penyakit ginjal, prosedur dialisis, pengoperasian alat, penanganan komplikasi, hingga penerapan standar keselamatan pasien dalam pelayanan sehari-hari.
Tidak hanya mendapatkan pembelajaran di kelas, peserta juga mengikuti praktik klinis secara langsung guna memperkuat keterampilan teknis yang dibutuhkan saat menangani pasien hemodialisis.
Desy menjelaskan bahwa perkembangan teknologi kesehatan menuntut tenaga keperawatan untuk terus meningkatkan kompetensi agar mampu memberikan pelayanan yang sesuai dengan standar dan kebutuhan pasien.
Karena itu, RSUDAM terus mendorong berbagai program pendidikan dan pelatihan yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia kesehatan, khususnya di bidang-bidang pelayanan spesialis yang membutuhkan keahlian tertentu.
“Melalui kombinasi teori dan praktik, peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di tempat kerja masing-masing sehingga kualitas pelayanan kepada pasien semakin meningkat,” ujarnya.
Sebagai rumah sakit rujukan utama milik Pemerintah Provinsi Lampung, RSUDAM berkomitmen tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan kompetensi tenaga kesehatan di daerah.
Pelatihan Dialisis Batch 2 ini diharapkan dapat melahirkan perawat-perawat yang lebih siap, terampil, dan profesional dalam menangani pasien cuci darah, sekaligus mendukung peningkatan mutu layanan hemodialisis di rumah sakit dan klinik khusus dialisis di Provinsi Lampung.
Dengan peningkatan kompetensi tenaga keperawatan, pelayanan bagi pasien penyakit ginjal diharapkan semakin optimal, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan yang aman, berkualitas, dan sesuai standar pelayanan medis terkini. (**)











