MATAMATA.ID – Kekhawatiran ratusan siswa SMA Siger terkait keberlanjutan pendidikan akhirnya terjawab. Pemerintah Kota Bandar Lampung memastikan seluruh biaya pendidikan 102 siswa SMA Siger 1 dan SMA Siger 2 yang dipindahkan ke sejumlah sekolah swasta akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
Kepastian tersebut disampaikan Ketua Yayasan SMA Siger Prakarsa Bunda, Khaidarmansyah, yang menyebut langkah pemindahan siswa dilakukan demi menjamin hak pendidikan mereka tetap terpenuhi sekaligus memastikan seluruh peserta didik memperoleh legalitas administrasi pendidikan.
“Anak-anak yang telah dipindahkan ke sekolah tujuan tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bandar Lampung, termasuk biaya pendidikannya,” kata Khaidarmansyah, Kamis (4/6/2026).
Ia menjelaskan proses pemindahan dilakukan melalui koordinasi antara Yayasan SMA Siger Prakarsa Bunda dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung. Langkah tersebut bertujuan agar seluruh siswa mendapatkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan masuk dalam sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjamin tidak ada siswa yang kehilangan kesempatan belajar akibat persoalan administrasi sekolah.
Di sisi lain, Yayasan SMA Siger Prakarsa Bunda belum menyerah untuk melanjutkan perjuangan menghadirkan sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Saat ini yayasan masih berupaya memenuhi syarat perizinan operasional yang tersisa.
Dari puluhan persyaratan yang ditetapkan, kendala utama yang masih dihadapi adalah kepemilikan aset tanah dan bangunan sekolah atas nama yayasan.
“Kami tetap berkomitmen mengurus izin operasional sekolah. SMA Siger dibangun untuk memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi seluruh anak di Bandar Lampung, terutama mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu,” ujarnya.
Khaidarmansyah menegaskan program SMA Siger sejak awal lahir sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan menengah secara gratis. Selain meningkatkan angka partisipasi sekolah, program tersebut juga diharapkan mampu mengurangi kesenjangan pendidikan dan membuka peluang yang sama bagi seluruh pelajar untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Langkah Pemkot Bandar Lampung menanggung penuh biaya pendidikan para siswa dinilai menjadi jaminan bahwa proses belajar mengajar tetap berjalan tanpa membebani orang tua di tengah masa transisi sekolah. (**)











