MATAMATA.ID – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha di Provinsi Lampung untuk berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar oleh Badan Pusat Statistik mulai 15 Juni – 31 Agustus 2026.
Ajakan tersebut disampaikan Gubernur usai menerima kunjungan petugas BPS yang melakukan pendataan perdana di kediaman pribadinya di Bandar Lampung, Senin, 15 Juni 2026. Dalam kegiatan tersebut, Gubernur didampingi Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza.
Menurut Gubernur, Sensus Ekonomi merupakan agenda nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi dan perkembangan perekonomian daerah. Pendataan ini dinilai penting karena menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
“Sensus ekonomi terakhir dilakukan pada 2016. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir tentu telah terjadi banyak perubahan dan perkembangan ekonomi di Lampung yang perlu dicatat dan dipetakan secara akurat,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.
Ia menilai perkembangan ekonomi yang terjadi selama satu dekade terakhir, termasuk perubahan dalam tata kelola dan tata niaga berbagai sektor usaha, membutuhkan data yang valid agar pemerintah dapat merancang program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Karena itu, Gubernur meminta masyarakat dan pelaku usaha, mulai dari usaha mikro, kecil, menengah hingga perusahaan besar, untuk menerima petugas BPS serta memberikan informasi yang benar dan lengkap.
“Data yang diberikan masyarakat akan dijaga kerahasiaannya dan tidak terafiliasi dengan kepentingan lain. Keterbukaan masyarakat sangat penting untuk menghasilkan data yang berkualitas,” tegasnya.
Gubernur menambahkan, data hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi landasan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi, pembangunan, pendidikan, serta pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh pelaku usaha di Lampung untuk tidak ragu memberikan keterangan yang sebenarnya kepada petugas sensus yang akan melakukan pendataan secara langsung ke rumah maupun lokasi usaha.
Sementara itu, Kepala BPS Provinsi Lampung, Ahmadriswan Nasution, menyampaikan apresiasi atas partisipasi Gubernur Lampung yang menjadi warga pertama yang didata dalam tahapan pendataan lapangan secara door to door.
Menurut Ahmadriswan, SE2026 mengusung konsep Sensus Ekonomi Lengkap yang bertujuan menjaring seluruh aktivitas ekonomi tanpa terkecuali, termasuk usaha rumah tangga, usaha mikro, pelaku ekonomi digital, hingga sektor pertanian.
“Sensus Ekonomi kali ini memastikan seluruh pelaku usaha tercatat sehingga pemerintah memiliki gambaran yang utuh mengenai kondisi ekonomi di Lampung,” katanya.
Ia menjelaskan, data yang dikumpulkan nantinya akan digunakan untuk mengidentifikasi sektor-sektor produktif, memetakan potensi penyerapan tenaga kerja, serta menentukan sektor yang membutuhkan dukungan dan stimulus pengembangan.
Untuk mendukung pelaksanaan sensus, BPS Lampung mengerahkan sebanyak 8.619 petugas non-organik yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Pendataan lapangan akan berlangsung selama sekitar 2,5 bulan dengan dua metode pendekatan, yakni pendataan langsung di lokasi usaha permanen dan pendataan berbasis rumah tangga untuk usaha non-permanen.
Melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, pemerintah berharap tersedianya data ekonomi yang akurat dan komprehensif sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, pemerataan kesejahteraan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat Lampung. (**)











