LAMPUNG SELATANRuwa Jurai

Pemkab Lampung Selatan Edukasi Eco Enzyme, Ubah Sampah Organik Menjadi Produk Ramah Lingkungan

×

Pemkab Lampung Selatan Edukasi Eco Enzyme, Ubah Sampah Organik Menjadi Produk Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini

MATAMATA. ID —  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus memperkuat upaya pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui edukasi pengelolaan sampah organik menjadi produk bernilai ekonomis.

Langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Program HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul) yang diinisiasi Bupati Lampung Selatan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan produktif.

Komitmen itu diwujudkan melalui Sosialisasi Pengelolaan Sampah oleh Nusa Semaka Creativepreneur mengenai pemanfaatan Eco Enzyme dan Fruit Enzyme yang digelar di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (22/6/2026).

Kegiatan dibuka Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Tri Umaryani, dan bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik yang selama ini masih menjadi tantangan di berbagai lingkungan.

Dalam sambutannya, Tri Umaryani mengatakan, pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme tidak hanya berdampak positif terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menghasilkan berbagai produk yang memiliki nilai guna sekaligus nilai ekonomi.

«”Melalui sosialisasi ini, kita memberikan edukasi terkait pengelolaan sampah organik yang selama ini masih menjadi permasalahan di masyarakat. Sampah organik dapat diolah menjadi eco enzyme dan dikembangkan menjadi berbagai produk seperti sabun, pupuk, antiseptik, produk perawatan kulit, bahkan minuman kesehatan,” ujar Tri.»

Menurut Tri, kegiatan tersebut sejalan dengan Program HELAU yang mendorong terciptanya lingkungan yang hijau, bersih, dan lestari melalui partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Ia berharap, ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan di lingkungan masing-masing sehingga mampu menjadi solusi dalam mengurangi timbunan sampah sekaligus membuka peluang usaha berbasis ekonomi sirkular.

Pada kesempatan itu, Pemkab Lampung Selatan juga menghadirkan Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kehadiran SPPG dinilai penting mengingat salah satu tantangan yang dihadapi berkaitan dengan pengelolaan limbah organik, khususnya sisa sayur-mayur yang berpotensi dimanfaatkan menjadi eco enzyme.

Sementara itu, perwakilan Nusa Semaka Creativepreneur, Eka Khairunisa, menjelaskan bahwa eco enzyme dan fruit enzyme yang dikembangkan tidak hanya dimanfaatkan sebagai pupuk organik, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk turunan yang bermanfaat bagi kesehatan dan kebutuhan sehari-hari.

«”Eco enzyme dan fruit enzyme yang kami kembangkan dapat diolah menjadi berbagai produk seperti sabun, facial wash, face cream, salep kulit hingga minuman kesehatan. Inovasi ini memanfaatkan kombinasi 55 jenis buah atau kulit buah yang dipadukan dengan 10 jenis minyak premium sehingga menghasilkan produk yang bermanfaat sekaligus ramah lingkungan,” jelas Eka.»

Eka berharap inovasi tersebut dapat diterapkan lebih luas melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, pemanfaatan sampah organik juga mampu menciptakan produk bernilai tambah yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Lampung Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat implementasi Program HELAU di seluruh wilayah Kabupaten Lampung Selatan. (Kmf-lmhr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *