MATAMATA.ID – Universitas Lampung (Unila) menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Generasi Indonesia Emas harus dimulai sejak anak berada dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Komitmen itu mengemuka dalam Seminar Hari Anak Nasional bertema Wujudkan Generasi Emas yang digelar di Ruang Sidang Utama Gedung Rektorat Unila, Selasa, 28 Juli 2026.
Seminar tersebut menyoroti pentingnya perlindungan hak anak yang tidak hanya berfokus pada aspek pendidikan, tetapi juga pemenuhan gizi, kesehatan, serta pembentukan karakter sejak usia dini sebagai fondasi utama menciptakan generasi yang berkualitas.
Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar mencetak lulusan. Kampus juga harus menjadi motor penggerak lahirnya kebijakan dan edukasi yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Menurutnya, kualitas generasi masa depan ditentukan sejak usia dini melalui pemenuhan kebutuhan fisik, mental, emosional, hingga kemampuan sosial yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Tumbuh kembang anak tidak hanya diukur dari aspek fisik, tetapi juga kesiapan mental, emosional, karakter, serta kecerdasan intelektual dan sosial,” ujar Lusmeilia.
Dalam seminar itu, perhatian juga diarahkan pada pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) sebagai investasi kesehatan jangka panjang. Narasumber dr. Zaraz Obella N.A., M.K.K., M.K.M., CBCFF., menjelaskan bahwa pemenuhan gizi selama 1.000 HPK melalui ASI eksklusif yang dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) bergizi seimbang menjadi faktor penting dalam membentuk anak yang sehat dan cerdas.
Ia menilai kasih sayang ibu melalui pemberian ASI berkualitas memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan fisik maupun perkembangan otak anak.
Sementara itu, dr. Gusti Agung Putu Yogy Veda Ananta, M.Kes., menekankan bahwa indikator keberhasilan tumbuh kembang anak tidak hanya terlihat dari tinggi dan berat badan, tetapi juga perkembangan kognitif, emosional, serta kemampuan bersosialisasi.
Seminar yang turut menghadirkan Imam Masud, S.E., tersebut diharapkan menghasilkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perlindungan anak serta melahirkan langkah nyata yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Kegiatan juga dihadiri Kepala BPKHM Unila Budi Sutomo, Kepala BUK Unila Indrayati Putri Idrus, dan pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unila. (**)











