Pemprov LampungPerguruan Tinggi

Gubernur Mirza Minta Mahasiswa Baru Unila Mulai Pikirkan Masa Depan Lampung

×

Gubernur Mirza Minta Mahasiswa Baru Unila Mulai Pikirkan Masa Depan Lampung

Sebarkan artikel ini

MATAMATA.ID – Hari pertama menjadi mahasiswa tidak hanya menjadi awal perjalanan akademik bagi sekitar 8.330 mahasiswa baru Universitas Lampung (Unila). Mereka juga mendapat pesan untuk mulai memikirkan apa yang bisa dilakukan bagi daerah setelah menempuh pendidikan tinggi.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menantang mahasiswa baru Unila menjadi bagian dari perubahan dan pembangunan Lampung. Ia meminta masa kuliah tidak dihabiskan hanya untuk mengejar nilai dan gelar, tetapi dimanfaatkan untuk membangun kompetensi, keberanian serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Pesan itu disampaikan Mirza saat menghadiri Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unila 2026 di Gedung Serbaguna Unila, Selasa, 11 Agustus 2026.

Mengangkat tema “Dari Kampus untuk Lampung: Mahasiswa Berdampak bagi Daerah”, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus memahami peran yang dapat mereka ambil dalam pembangunan.

Mirza mengatakan perguruan tinggi seharusnya menjadi tempat mahasiswa tumbuh, menguji gagasan dan mempersiapkan diri menghadapi dunia yang semakin kompetitif.

“Ilmu yang diperoleh selama di Unila harus kembali kepada rakyat dalam bentuk gagasan, inovasi, pelayanan, usaha, teknologi, dan yang paling penting dalam bentuk perubahan yang dapat dirasakan,” ujarnya.

Menurut Mirza, Lampung sebenarnya memiliki modal besar untuk berkembang. Beragam komoditas pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan menjadi kekuatan ekonomi daerah.

Namun, kekayaan tersebut belum cukup jika hanya berhenti sebagai bahan mentah.

Tantangan berikutnya adalah bagaimana mengolah potensi tersebut menjadi produk bernilai tambah, membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, mahasiswa diminta mulai melihat persoalan daerah dari sudut keilmuan masing-masing.

Mahasiswa teknik, misalnya, dapat mengembangkan teknologi pengolahan. Mahasiswa ekonomi dapat membantu menciptakan model bisnis. Mahasiswa bidang teknologi dapat mengembangkan inovasi digital. Sementara mahasiswa dari bidang lainnya dapat memberikan kontribusi sesuai kompetensi yang dimiliki.

“Begitu juga semua fakultas harus punya keinginan bagaimana menjadikan dirinya bermanfaat untuk Provinsi Lampung,” katanya.

Mirza juga mengingatkan mahasiswa bahwa dunia yang mereka masuki telah berubah. Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan membuat persaingan semakin terbuka.

Karena itu, mahasiswa diminta tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik. Kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, kerja sama dan pengalaman berorganisasi juga harus dibangun selama berada di kampus.

“Mahasiswa ke depan adalah agen subjek pembangunan,” tegasnya.

Ia meminta mahasiswa berani menyampaikan gagasan, kritis terhadap persoalan sosial, tetapi tetap bertanggung jawab dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.

Di sisi lain, Pemprov Lampung membuka peluang agar mahasiswa dapat terlibat langsung dalam pembangunan desa.

Kolaborasi dengan Unila akan diarahkan melalui program Desaku Maju, termasuk pelaksanaan KKN yang tidak sekadar menjadi kegiatan akademik, tetapi diharapkan menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat desa.

Pemprov Lampung dan Unila juga akan mendorong pengembangan riset, salah satunya melalui National Cassava Center untuk meningkatkan nilai tambah komoditas singkong Lampung.

Menurut Mirza, keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan tidak harus menunggu sampai lulus. Justru masa kuliah menjadi kesempatan untuk mulai menguji ilmu melalui persoalan nyata.

“Jadikan lima tahun, empat tahun, atau tiga tahun kalian di kampus sebagai masa berdampak,” ujarnya.

Ia menegaskan kualitas generasi muda akan sangat menentukan arah Lampung ke depan. Karena itu, kesempatan menempuh pendidikan tinggi harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Dengan SDM yang bagus, kita akan bisa mengelola kekayaan Provinsi Lampung untuk memakmurkan Provinsi Lampung dan mencapai cita-cita Indonesia Emas,” katanya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *