MATAMATA.ID – Rendahnya tingkat literasi peserta didik di Kabupaten Tulang Bawang menjadi perhatian serius dalam sidang terbuka promosi doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila), Senin, 13 Juli 2026. Melalui disertasinya, Ristu menawarkan model kebijakan pendidikan berbasis data yang diyakini mampu memperbaiki kualitas pengambilan keputusan di sektor pendidikan.
Dalam sidang terbuka yang digelar di Aula A 1.1 FISIP Unila tersebut, Ristu mempresentasikan disertasi berjudul Rekonstruksi Kebijakan Ekosistem Pendidikan Berbasis Data untuk Meningkatkan Literasi di Kabupaten Tulang Bawang.
Penelitian tersebut berangkat dari fakta bahwa berdasarkan Rapor Pendidikan Tahun 2023, rata-rata kemampuan literasi siswa SD dan SMP di Kabupaten Tulang Bawang masih berada pada angka 1,66, jauh di bawah standar nasional sebesar 3,00.
Menurut Ristu, persoalan rendahnya literasi bukan hanya disebabkan oleh proses pembelajaran, melainkan juga belum optimalnya pemanfaatan data sebagai landasan penyusunan kebijakan pendidikan.
“Persoalan literasi tidak hanya berkaitan dengan capaian belajar, tetapi juga bagaimana data dimanfaatkan sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan,” ujarnya saat memaparkan hasil penelitian di hadapan tim penguji.
Hasil risetnya mengungkap sejumlah persoalan mendasar, seperti belum terintegrasinya data pendidikan, lemahnya koordinasi antarlembaga, hingga budaya evaluasi yang masih berorientasi pada penilaian semata. Kondisi tersebut menyebabkan berbagai data pendidikan belum mampu dimanfaatkan secara maksimal sebagai dasar perencanaan program.
Sebagai rekomendasi, Ristu mengembangkan Dashboard Ekopembadig, sebuah model kebijakan yang mengintegrasikan data Rapor Pendidikan, Dapodik, ANBK, dan berbagai data pendidikan daerah dalam satu sistem. Dashboard tersebut dirancang untuk membantu pemerintah daerah menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, berbasis bukti, dan berkelanjutan.
Sidang promosi doktor dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Unila, Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., mewakili Ketua Tim Penguji. Tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Anna Gustina Zainal, S.Sos., M.Si. sebagai sekretaris penguji, Prof. Dr. Noverman Duadji, M.Si. selaku promotor, Dr. Tina Kartika, S.Pd., M.Si. selaku co-promotor, serta para penguji internal dan eksternal.
Usai sidang, Dr. Habibullah Jimad menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Ristu meraih gelar doktor. Ia berharap hasil penelitian tersebut tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi mampu menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam membangun tata kelola pendidikan yang lebih efektif.
“Selamat kepada promovendus sebagai doktor ke-21. Semoga ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat dan menjadi kontribusi nyata bagi pembangunan daerah,” ujarnya.
Melalui inovasi Dashboard Ekopembadig, penelitian ini diharapkan menjadi model tata kelola pendidikan berbasis data yang dapat diterapkan tidak hanya di Kabupaten Tulang Bawang, tetapi juga di berbagai daerah lain yang menghadapi tantangan serupa dalam peningkatan literasi.
Versi ini lebih bernuansa berita media umum dengan lead yang langsung mengangkat nilai berita (temuan penelitian), sehingga tidak terkesan seperti rilis kampus. (**)











