Pemkot Bandar Lampung

Tak Hanya Jalan, Eva Dwiana Fokus Benahi Drainase untuk Tekan Banjir

×

Tak Hanya Jalan, Eva Dwiana Fokus Benahi Drainase untuk Tekan Banjir

Sebarkan artikel ini

MATAMATA.ID – Pemerintah Kota Bandar Lampung bergerak cepat merespons keluhan infrastruktur dengan langsung memperbaiki Jalan HRM Mangundiprojo, Kelurahan Bumi Kedamaian, Kecamatan Kedamaian, pada Jumat, 27 Maret 2026.

Langkah ini tak hanya menyasar perbaikan jalan rusak, tetapi juga menjadi bagian dari strategi penanganan banjir yang kerap mengganggu aktivitas warga.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Diana mengatakan perbaikan dilakukan secara intensif dengan menurunkan alat berat guna mempercepat pengerjaan.

Selain peningkatan kualitas badan jalan, pemerintah kota juga membenahi sistem drainase, termasuk perbaikan gorong-gorong dan pemasangan box culvert untuk memastikan aliran air berjalan lancar, terutama saat curah hujan tinggi.

Upaya ini dinilai krusial mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu titik rawan genangan yang berdampak langsung pada mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan perbaikan yang dilakukan hingga malam hari, pemerintah kota menunjukkan keseriusan dalam mengejar target percepatan pembangunan infrastruktur dasar.

Wali Kota Eva Dwiana menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam mengatasi persoalan banjir yang selama ini menjadi tantangan utama perkotaan.

“Penanganan banjir menjadi prioritas kami. Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman, terutama saat musim hujan,” ujarnya di sela kegiatan.

Ia menambahkan, pembenahan infrastruktur tidak akan berhenti di satu titik, melainkan dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah yang dinilai rawan.

Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan sistem drainase yang lebih terintegrasi sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi kota.

Langkah cepat ini mencerminkan respons pemerintah daerah terhadap kebutuhan mendesak masyarakat, sekaligus menjadi indikator penguatan tata kelola infrastruktur perkotaan yang lebih adaptif terhadap risiko bencana hidrometeorologi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *