MATAMATA.ID – Pemerintah Provinsi Lampung yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Yayan Ruchyansyah, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara virtual yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Command Center Lantai II Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung.
Rakor rutin mingguan itu dipimpin langsung Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, dan diikuti seluruh kepala daerah serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Indonesia.
Dalam rakor tersebut, Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik Badan Pusat Statistik, Pudji Ismartini, memaparkan kondisi inflasi nasional menjelang Hari Raya Iduladha.
Berdasarkan data historis perkembangan inflasi pada momentum Iduladha sejak 2022 hingga 2025 secara month to month (m-to-m), inflasi tahun 2026 tercatat sebesar 0,13 persen.
Secara historis, momentum Iduladha cenderung mengalami inflasi, kecuali pada tahun 2024 yang mencatat deflasi. Tingkat inflasi pada periode Iduladha juga relatif lebih rendah dibandingkan saat Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, kecuali pada tahun 2022.
Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Iduladha agar stabilitas pasokan dan harga pangan tetap terjaga.
Berdasarkan kelompok komoditas, makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang andil inflasi tertinggi pada momentum Hari Raya Iduladha sejak 2022 hingga 2025, kecuali pada 2024.
Dalam rapat itu juga dipaparkan perkembangan Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga minggu ketiga Mei 2026. Sebanyak 17 provinsi tercatat mengalami kenaikan IPH, sementara 21 provinsi lainnya mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.
Untuk Provinsi Lampung, IPH pada minggu ketiga Mei 2026 mengalami kenaikan sebesar 0,77 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Secara nasional, komoditas penyumbang utama kenaikan IPH di daerah yang mengalami lonjakan harga didominasi cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah.
Rakor tersebut turut menghadirkan laporan dari berbagai kementerian dan lembaga terkait, di antaranya Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, serta Perum Bulog. Seluruh instansi memaparkan perkembangan ketersediaan stok dan langkah strategis menjaga stabilitas pasokan bahan pangan menjelang Iduladha.
Yayan Ruchyansyah menyampaikan Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah dengan memantau perkembangan harga sejumlah komoditas strategis yang mengalami kenaikan di beberapa kabupaten/kota.
Pemerintah Provinsi Lampung berharap melalui pengawasan, pemantauan harga harian, serta sinergi bersama pemerintah kabupaten/kota, perkembangan harga komoditas pangan strategis dapat kembali terkendali pada pekan berikutnya sehingga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga bagi masyarakat tetap terjaga. (**)











