MATAMATA.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendorong Bandar Lampung Expo berkembang menjadi ruang strategis yang mampu menggerakkan sektor perdagangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif (ekraf), sekaligus memperkuat peran Kota Bandar Lampung sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melalui sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung pada pembukaan Bandar Lampung Expo 2026 dalam rangka Hari Jadi ke-344 Kota Bandar Lampung di Gedung Graha Mandala Alam, Jumat malam, 17 Mei 2026.
Dalam sambutannya, gubernur mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kota Bandar Lampung yang terus menyelenggarakan Bandar Lampung Expo sebagai wadah promosi potensi daerah sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan melalui sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Menurutnya, penyelenggaraan Bandar Lampung Expo telah memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pada pelaksanaan tahun 2025, expo tersebut berhasil mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp2,1 miliar, melampaui target yang telah ditetapkan.
“Capaian tersebut menunjukkan bahwa Bandar Lampung Expo bukan sekadar ajang pameran, tetapi telah menjadi ruang strategis untuk memperluas akses pasar, membuka peluang kemitraan, serta meningkatkan daya saing produk-produk unggulan daerah,” ujar gubernur dalam sambutan tertulisnya.
Untuk meningkatkan efektivitas penyelenggaraan, Pemprov Lampung meminta seluruh aktivitas ekonomi dan transaksi selama Bandar Lampung Expo 2026 didokumentasikan serta dicatat secara terukur dan transparan sebagai bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas kegiatan.
Selain menjadi ajang promosi perdagangan, Bandar Lampung Expo juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Provinsi Lampung. Bersama Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, pengunjung dapat mengenal destinasi wisata unggulan, desa wisata, seni budaya, kuliner khas Lampung, hingga produk-produk ekonomi kreatif daerah.
Gubernur menegaskan sektor perdagangan, pariwisata, dan ekonomi kreatif merupakan tiga pilar yang saling mendukung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan posisi Bandar Lampung sebagai ibu kota provinsi, kota ini dinilai memiliki peran strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi bagi kabupaten dan kota di Lampung.
Pemprov Lampung berharap sinergi antara pemerintah provinsi dan Pemerintah Kota Bandar Lampung terus diperkuat untuk membangun fondasi pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir Balaw mengapresiasi berbagai capaian pembangunan Kota Bandar Lampung yang dinilai menunjukkan tren positif, baik dari sisi indikator ekonomi maupun penghargaan di tingkat regional dan nasional.
Menurut Tomsi, meningkatnya kepemilikan kendaraan bermotor menjadi salah satu indikator meningkatnya daya beli masyarakat yang sejalan dengan membaiknya kondisi perekonomian daerah.
Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan perkembangan investasi di Kota Bandar Lampung terus mengalami peningkatan, ditandai dengan pembangunan sejumlah hotel baru yang diharapkan mampu memperkuat sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.
Ia berharap Bandar Lampung Expo 2026 semakin memperluas peluang promosi daerah, mendorong pertumbuhan UMKM, serta memperkuat kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan Bandar Lampung sebagai kota yang maju, nyaman dihuni, dan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Lampung. (*)











