MATAMATA.ID – Ribuan anak TK dari berbagai penjuru Lampung membuat Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, berubah menjadi panggung keceriaan, Kamis, 20 Agustus 2026.
Mengenakan pakaian olahraga dengan penuh semangat, anak-anak mengikuti Gebyar Senam Massal Anak Indonesia Hebat 2026. Gerakan mereka yang kompak, diselingi senyum dan tawa, membuat suasana peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 semakin semarak.
Tak hanya anak-anak yang hadir di lokasi. Peserta dari berbagai daerah juga mengikuti kegiatan secara daring. Secara keseluruhan, jumlah peserta mencapai lebih dari 40.000 anak, guru, dan orang tua.
Sejak kegiatan dimulai, suasana Lapangan Korpri dipenuhi energi positif. Guru dan orang tua ikut mendampingi anak-anak mengikuti gerakan senam, sekaligus memberikan semangat dari sisi lapangan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian HAN ke-42 sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Gubernur Lampung melalui sambutan tertulis yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico, S.STP., M.H., menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni.
Menurut Thomas, momentum senam bersama menjadi cara menyenangkan untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat kepada anak sejak usia dini.
“Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi orang tua dan guru selain melihat anak-anak tumbuh sehat, ceria, serta memiliki semangat untuk belajar dan bermain,” ujarnya.
Thomas mengatakan, pembiasaan hidup sehat perlu dilakukan secara konsisten dan dimulai dari lingkungan terdekat anak. Sekolah dan keluarga dinilai memiliki peran penting agar aktivitas fisik menjadi bagian dari keseharian.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin anak-anak mengenal olahraga sebagai aktivitas yang menyenangkan. Bukan sesuatu yang dipaksakan, tetapi menjadi kebiasaan yang mereka sukai,” kata Thomas.
Sementara itu, Bunda PAUD Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza menyebut tingginya partisipasi menunjukkan besarnya perhatian terhadap tumbuh kembang anak.
“Anak hebat harus sehat. Anak hebat harus ceria, bahagia, aktif, mandiri, berkarakter, serta memiliki semangat untuk belajar dan berkembang,” katanya.
Purnama mengingatkan agar aktivitas fisik tidak hanya dilakukan saat ada kegiatan bersama. Anak juga perlu dibiasakan bergerak aktif, mengonsumsi makanan bergizi, serta mendapatkan waktu tidur dan istirahat yang cukup.
Menurutnya, pola pengasuhan juga menjadi bagian penting dalam membentuk kebiasaan tersebut.
“Anak-anak tidak bisa lagi kita didik dengan keras. Mereka harus kita dampingi dengan kelembutan, kasih sayang, dan keteladanan,” ujarnya.
Keceriaan semakin pecah ketika hadiah dibagikan kepada peserta. Sepeda, telepon seluler atau tablet hingga hadiah umrah menjadi bagian dari doorprize yang disiapkan panitia.
Anak-anak pun semakin antusias ketika Purnama Wulan Sari Mirza memberikan hadiah kepada peserta yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar.
Ketua Umum IGTKI Provinsi Lampung yang diwakili Suminah M.Pg mengatakan, senam massal memiliki manfaat lebih dari sekadar aktivitas fisik.
Anak-anak, kata dia, juga belajar tampil berani, mengikuti aturan, bekerja sama, bersosialisasi dan membangun rasa percaya diri.
Gebyar Senam Massal Anak Indonesia Hebat 2026 akhirnya bukan hanya menghadirkan ribuan gerakan yang dilakukan bersama. Di balik keceriaan tersebut, terselip pesan penting bahwa generasi unggul dibangun sejak dini.
Anak-anak yang sehat, aktif dan bahagia diharapkan tumbuh menjadi generasi yang percaya diri dan berkarakter. (**)











