MATAMATA.ID – Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Lampung terus berkembang sebagai ruang pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, jumlah peserta didik meningkat menjadi 401 siswa, menandai semakin luasnya akses pendidikan bagi anak-anak yang sebelumnya terkendala kondisi ekonomi.
Perkembangan tersebut disampaikan dalam kegiatan Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Lampung di Kota Baru, Lampung Selatan, Jumat, 31 Juli 2026, yang dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, jajaran pemerintah daerah, orang tua, serta calon peserta didik.
Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan salah satu langkah nyata untuk memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama mengenyam pendidikan tanpa dibatasi latar belakang ekonomi.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis dalam memutus rantai kemiskinan dan membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik. Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung terus mendukung keberlanjutan program yang diinisiasi Presiden Republik Indonesia tersebut.
“Tahun lalu kami memulai dengan 71 siswa. Kini mereka telah menunjukkan perkembangan yang luar biasa. Mereka mampu menguasai bahasa asing, membangun kepercayaan diri, dan kembali memiliki cita-cita. Ini membuktikan bahwa ketika kesempatan diberikan, anak-anak mampu menunjukkan potensi terbaiknya,” kata Rahmat.
Ia menilai keberhasilan angkatan pertama menjadi motivasi untuk terus memperluas manfaat Sekolah Rakyat sebagai wadah mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan daya saing global.
Selain pembelajaran formal, Gubernur menekankan pentingnya membangun karakter melalui nilai-nilai budaya Lampung yang berlandaskan falsafah Piil Pesenggiri. Nilai tersebut diharapkan menjadi bekal peserta didik dalam membangun sikap tanggung jawab, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Lampung, Asis Prasetyo, menjelaskan saat ini sekolah menampung 401 siswa yang terdiri atas 60 siswa SD, 150 siswa SMP, 120 siswa SMA, serta 71 siswa angkatan pertama.
Ia mengatakan seluruh peserta didik mendapatkan layanan pendidikan berasrama dengan fasilitas yang disediakan secara penuh, mulai dari tempat tinggal, seragam, perlengkapan belajar, pembelajaran berbasis digital, hingga kebutuhan makan setiap hari.
Menurut Asis, Sekolah Rakyat juga menerapkan sistem pendidikan karakter yang mengedepankan disiplin, kepedulian, dan lingkungan belajar yang aman dengan kebijakan tegas terhadap perundungan, kekerasan, maupun intoleransi.
Dalam kegiatan Open House, para siswa angkatan pertama memperlihatkan berbagai capaian yang diraih selama setahun terakhir. Mereka tampil membawakan acara dalam tiga bahasa, menyampaikan pidato berbahasa Inggris, Jepang, dan Arab, menampilkan keterampilan Pasukan Pengibar Bendera, serta mempersembahkan Tari Sigeh Pengunten.
Suasana semakin mengharukan ketika Gubernur berdialog dengan sejumlah siswa yang berhasil bangkit dari keterbatasan ekonomi. Di antaranya Muhammad Ridwan Pratama yang sukses meraih medali emas karate dan Dewi Bunga Lestari yang kembali melanjutkan pendidikan setelah sempat putus sekolah selama dua tahun.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyematan atribut kepada calon peserta didik sebagai tanda dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Pemerintah Provinsi Lampung berharap Sekolah Rakyat terus menjadi wadah lahirnya generasi muda yang tangguh, berprestasi, dan mampu mengubah masa depan keluarganya melalui pendidikan. (**)









