MATAMATA.ID – Persediaan air dari sumur warga di sejumlah kawasan Bandar Lampung mulai habis. Kondisi itu memaksa ratusan warga mengandalkan pasokan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung.
Pada Senin, 10 Agustus 2026, BPBD menyalurkan air bersih ke tiga lokasi yang terdampak kekeringan di Kecamatan Sukabumi dan Kecamatan Panjang.
Bantuan tersebut menjangkau 183 kepala keluarga atau 761 jiwa.
Lokasi pertama berada di Kampung Batu Suluh, Kelurahan Way Laga, Kecamatan Sukabumi. Di titik ini, sebanyak 61 KK atau 201 jiwa mengalami kesulitan memperoleh air setelah sumur warga mengering.
Pasokan kemudian dikirim ke Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang. Sebanyak 70 KK atau sekitar 300 jiwa terdampak kondisi serupa.
Penyaluran berikutnya kembali dilakukan di Kampung Batu Suluh, Way Laga. Kali ini bantuan menyasar 52 KK atau 260 jiwa.
Di Pidada, proses distribusi turut dibantu aparatur kelurahan dan Linmas untuk memastikan bantuan dapat diterima warga terdampak.
Kepala BPBD Kota Bandar Lampung Idham Basyar Syahputra mengatakan persoalan utama warga adalah berkurangnya sumber air akibat sumur yang mengering.
“Kekeringan sumur membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari,” ujar Idham.
BPBD, kata dia, akan terus memantau wilayah yang mengalami kesulitan air dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan.
Distribusi air bersih juga tidak dibatasi hanya pada tiga titik yang dilayani pada Senin. BPBD menyatakan siap mengirimkan bantuan ke lokasi lain apabila warga mengalami kondisi serupa.
“BPBD terus melakukan pendistribusian air bersih untuk membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan,” katanya. (**)











