MATAMATA.ID – Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai menunjukkan geliat di Kota Bandar Lampung. Dari 120 koperasi yang telah terbentuk, sebanyak 65 koperasi kini telah menjalankan berbagai unit usaha yang menyasar kebutuhan sehari-hari masyarakat sekaligus membuka peluang bagi pelaku UMKM.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung, Riana Apriana, mengatakan koperasi yang telah beroperasi tidak hanya menyediakan layanan simpan pinjam, tetapi juga mengembangkan usaha perdagangan yang diharapkan mampu memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.
“Seluruh Koperasi Merah Putih di Bandar Lampung sudah terbentuk. Saat ini sekitar 65 koperasi sudah menjalankan kegiatan usaha, sementara sisanya sedang mempersiapkan operasionalnya,” kata Riana, Sabtu, 27 Juni 2026.
Berbagai koperasi tersebut mengelola usaha penjualan beras, gas LPG, air minum, produk UMKM, hingga kebutuhan pokok lainnya. Kehadirannya diharapkan dapat memudahkan masyarakat memperoleh barang dengan harga yang lebih terjangkau.
Menurut Riana, setiap koperasi berkembang sesuai dengan kemampuan masing-masing. Ada yang telah memiliki gedung sendiri, sementara lainnya memanfaatkan kantor kelurahan, meminjam bangunan milik warga, maupun menyewa tempat usaha.
Meski demikian, tidak semua koperasi dapat langsung membuka unit usaha. Keterbatasan modal masih menjadi tantangan utama sehingga sebagian pengurus memilih memulai kegiatan melalui layanan simpan pinjam sebelum memperluas usaha di sektor perdagangan.
“Pemerintah terus melakukan pendampingan agar koperasi yang belum beroperasi dapat segera membuka unit usaha secara bertahap sesuai kemampuan yang dimiliki,” ujarnya.
Ia optimistis keberadaan Koperasi Merah Putih akan menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Selain memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang kompetitif, koperasi juga menjadi ruang pemasaran bagi produk-produk UMKM yang dihasilkan warga.
Dengan semakin banyak koperasi yang aktif menjalankan usaha, pemerintah berharap manfaat program tersebut dapat dirasakan lebih luas, mulai dari peningkatan pendapatan pelaku usaha kecil hingga penguatan ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan. (**)












