ISTIMEWA
MATAMATA.ID – Suasana berbeda terlihat di halaman belakang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandar Lampung, Rabu, 12 Agustus 2026. Pagi itu, tawa dan sorakan menggantikan kesibukan pekerjaan kantor.
Para guru dan pegawai yang biasanya tampil dengan seragam kedinasan, kali ini kompak mengenakan kaos olahraga. Mereka berkumpul bukan untuk mengikuti rapat, melainkan merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan berbagai perlombaan yang penuh kegembiraan.
Raut wajah serius berganti senyum. Rekan kerja berubah menjadi satu tim. Sementara halaman kantor disulap menjadi arena pertandingan yang sesekali dipenuhi teriakan dukungan dan gelak tawa.
Rangkaian kegiatan tersebut secara resmi dibuka Plt Kepala Disdikbud Kota Bandar Lampung Dr. M. Nur Ram’dan, S.E., M.Acc., Akt., CGAE., CA., ACPA, didampingi Sekretaris dan Kabid Dikdas, Abdul Khanif, S.Pd., M.Pd dan serta Kusrina, S.Pd.SD., M.Pd.
Pembukaan pun dibuat sederhana. Nur Ram’dan mengawali kegiatan dengan memukul bola voli pertama. Bola yang melambung melewati net menjadi tanda dimulainya persaingan sekaligus kemeriahan.

Sorakan langsung terdengar dari pinggir lapangan. Setiap bola yang berhasil dikembalikan disambut tepuk tangan, sementara kesalahan kecil para pemain justru memancing tawa dan membuat suasana semakin cair.
Nur Ram’dan mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas sebagai ruang untuk mempererat hubungan dan membangun kekompakan di antara keluarga besar pendidikan.
“Semoga perlombaan ini dapat memantik semangat para guru di Bandar Lampung. Selain itu, kegiatan ini juga dapat berjalan dengan lancar, kompak dan sportif,” ujarnya.
Kemeriahan kemudian berlanjut dengan sejumlah perlombaan, mulai dari voli dan bakiak.
Lomba bakiak menjadi salah satu yang paling mengundang perhatian. Para peserta harus menyelaraskan langkah agar bisa bergerak bersama. Ketika satu orang kehilangan keseimbangan, seluruh anggota tim ikut terdorong dan tak jarang berakhir dengan tawa bersama.
Seluruh staf dan pegawai Disdikbud Bandar Lampung serta guru se-Kota Bandar Lampung ikut ambil bagian.
Tidak ada target yang lebih penting daripada memenangkan perlombaan. Bagi para peserta, kesempatan berkumpul dan bersenang-senang bersama justru menjadi bagian paling berharga.
Sejenak mereka melupakan rutinitas sebagai tenaga pendidik dan pegawai. Mereka menjadi satu keluarga besar yang menikmati kemeriahan kemerdekaan.
Semangat itulah yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut. Kemerdekaan tidak hanya diperingati dengan upacara dan seremoni, tetapi juga melalui kebersamaan, sportivitas dan kegembiraan.











