Pemkot Bandar Lampung

23 Hari, 26 Kebakaran: Lahan Kering dan Bakar Sampah Jadi Ancaman Baru Bandar Lampung

×

23 Hari, 26 Kebakaran: Lahan Kering dan Bakar Sampah Jadi Ancaman Baru Bandar Lampung

Sebarkan artikel ini

MATAMATA.ID – Kebiasaan membakar sampah masih menjadi ancaman serius bagi keselamatan lingkungan di Kota Bandar Lampung.

Sepanjang 1 hingga 23 Agustus 2026, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) mencatat 26 kasus kebakaran dengan total kerugian mencapai Rp665 juta. Sebagian besar insiden tersebut dipicu aktivitas pembakaran sampah yang lepas kendali.

Data Damkarmat menunjukkan 15 dari 26 kejadian kebakaran atau hampir 60 persen berasal dari pembakaran sampah. Kondisi ini berkontribusi terhadap tingginya jumlah kebakaran lahan yang mendominasi laporan petugas selama musim kemarau.

Kepala Damkarmat Kota Bandar Lampung, Anthoni Irawan, mengatakan selama periode tersebut kebakaran telah menghanguskan area seluas 7.647 meter persegi. Meski demikian, seluruh kejadian berhasil ditangani tanpa menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.

“Selama periode 1 sampai 23 Agustus 2026 tercatat 26 kejadian kebakaran dengan total area terdampak 7.647 meter persegi dan estimasi kerugian Rp665 juta,” ujar Anthoni, Senin, 24 Agustus 2026.

Dari total kejadian yang terjadi, sebanyak 17 kasus merupakan kebakaran lahan. Sementara dua kasus menimpa bangunan penduduk, satu kasus kebakaran kendaraan, dan sisanya masuk kategori lainnya. Tidak terdapat laporan kebakaran yang melibatkan bangunan industri.

Tingginya kasus kebakaran lahan menunjukkan dampak musim kemarau mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kota Bandar Lampung. Lahan kering dan semak belukar yang mudah terbakar membuat api cepat meluas ketika terkena sumber panas, terutama dari aktivitas pembakaran sampah.

Selain faktor pembakaran sampah, Damkarmat mencatat lima kejadian disebabkan korsleting listrik. Tiga kejadian lainnya berkaitan dengan peralatan listrik, dua kasus akibat puntung rokok, satu kasus karena kompor, dan satu kejadian dengan penyebab lain.

Puncak kejadian kebakaran terjadi pada 12 Agustus 2026. Dalam sehari, petugas harus menangani tiga kebakaran lahan dengan total area terdampak mencapai 2.100 meter persegi. Sementara kerugian terbesar terjadi pada 11 Agustus saat kebakaran bangunan umum dan lahan menyebabkan kerugian sekitar Rp600 juta.

“Besarnya jumlah kejadian membuat Damkarmat harus bekerja ekstra. Sebanyak 61 unit mobil pemadam kebakaran dan 103 tangki air dikerahkan untuk menangani seluruh laporan yang masuk selama Agustus,” ujar dia.

Anthoni mengaku, pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan personel di tengah meningkatnya risiko kebakaran saat musim kemarau. Ia juga meminta masyarakat menghentikan kebiasaan membakar sampah sembarangan karena terbukti menjadi pemicu utama kebakaran di Bandar Lampung.

“Ancaman kebakaran saat ini tidak hanya dipengaruhi cuaca kering, tetapi juga faktor kelalaian manusia. Tanpa perubahan perilaku masyarakat, potensi kebakaran diperkirakan masih akan tinggi hingga musim kemarau berakhir,” kata dia. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *