MATAMATA.ID – Perebutan pengaruh geopolitik dunia dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global menjadi isu utama yang dibedah dalam kuliah umum Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung (Unila), Selasa, 12 Mei 2026.
Forum akademik itu menyoroti bagaimana perubahan konstelasi internasional kini berdampak langsung terhadap stabilitas kawasan, rantai pasok dunia, hingga arah kebijakan luar negeri Indonesia.
Kepala Pusat Strategis Kebijakan Kawasan Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela, menjelaskan bahwa transformasi global memunculkan tantangan baru yang tidak bisa diabaikan generasi muda, terutama mahasiswa Hubungan Internasional.
Ia memaparkan perkembangan kawasan Asia Pasifik dan Afrika yang saat ini menjadi pusat perhatian dunia karena tingginya persaingan ekonomi, politik, dan teknologi antarnegara.
Selain itu, perubahan sistem perdagangan global serta meningkatnya risiko finansial internasional disebut turut memengaruhi posisi Indonesia dalam percaturan dunia.
Menurutnya, diplomasi Indonesia harus mampu beradaptasi di tengah perubahan geopolitik yang bergerak cepat agar tetap menjaga kepentingan nasional.
Isu mengenai teknologi global, ketahanan ekonomi, hingga hubungan antarnegara menjadi bagian penting yang dibahas dalam forum tersebut.
Mahasiswa juga diajak memahami bahwa kebijakan luar negeri tidak lagi hanya menjadi isu elit pemerintahan, melainkan memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, dunia pendidikan, hingga peluang kerja di masa depan.
Melalui pembahasan tersebut, mahasiswa didorong lebih peka terhadap perkembangan internasional dan memahami tantangan global yang terus berkembang di era modern.











