Perguruan Tinggi

Dua Piala Hijau Dibawa Pulang, Unila Raih Penghargaan Nasional

×

Dua Piala Hijau Dibawa Pulang, Unila Raih Penghargaan Nasional

Sebarkan artikel ini

 


MATAMATA.ID – Komitmen Universitas Lampung (Unila) dalam membangun lingkungan kampus berkelanjutan mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Unila berhasil meraih dua penghargaan sekaligus pada ajang APPeL Hijau Indonesia Awards 2026 yang berlangsung di Harris Hotel & Convention Solo, Surakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.

Dua penghargaan tersebut yakni Anugerah Kampus Hijau (Green Campus Award) dan Anugerah Perpustakaan Hijau (Green Library Award) untuk UPA Perpustakaan Unila.

Penghargaan tersebut diterima langsung Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng, dalam rangkaian Konferensi Literasi Hijau Indonesia (KLHI) ke-3.

Ketua Panitia KLHI III 2026, Ali Mutakim, mengatakan penghargaan diberikan setelah pihaknya melakukan penelusuran terhadap rekam jejak perguruan tinggi secara menyeluruh.

Penilaian tidak hanya melihat implementasi program di lapangan, tetapi juga menelusuri informasi pada situs resmi perguruan tinggi, pemberitaan media, hingga publikasi ilmiah yang tercatat di Google Scholar.

Dari proses tersebut, Unila dinilai memiliki konsistensi dalam mengembangkan literasi hijau sekaligus membangun ekosistem pendidikan tinggi yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani mengatakan dua penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kerja bersama seluruh unsur kampus dalam menghadirkan budaya yang lebih ramah lingkungan.

Menurutnya, prinsip keberlanjutan tidak hanya diterapkan pada pengelolaan lingkungan fisik kampus, tetapi juga telah diintegrasikan ke dalam pelaksanaan tridharma perguruan tinggi.

“Penghargaan Green Campus dan Green Library ini bukan sekadar piala, melainkan bentuk pengakuan atas langkah Unila mengintegrasikan nilai-nilai lingkungan hidup ke dalam tridharma perguruan tinggi,” ujar Lusmeilia.

Ia menyebut sejumlah praktik telah dilakukan Unila untuk memperkuat budaya hijau di lingkungan akademik. Di antaranya penanaman pohon bagi mahasiswa baru, efisiensi penggunaan energi hingga digitalisasi layanan perpustakaan.

Digitalisasi perpustakaan juga menjadi salah satu langkah untuk menekan penggunaan kertas sekaligus meningkatkan efisiensi layanan kepada sivitas akademika.

Lusmeilia berharap semangat literasi hijau tidak berhenti pada penghargaan, tetapi terus berkembang menjadi kebiasaan dan budaya di lingkungan kampus.

Ajang KLHI ke-3 dan APPeL Hijau Indonesia Awards 2026 diikuti pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta dari berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan tersebut juga melibatkan perwakilan kementerian, Konsorsium PTN Indonesia Timur serta delegasi internasional dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *