MATAMATA.ID – Upaya menjaga pasokan gabah di Lampung diperketat. Pemerintah Provinsi Lampung melalui Satpol PP bersama Satgas Pangan TNI mengawasi langsung arus keluar komoditas pangan di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.
Pada Senin, 24 Agustus 2026, petugas menemukan sebuah truk sedang membawa sekitar 10 ton gabah yang rencananya dikirim ke Jawa Barat.
Petugas langsung memeriksa kendaraan tersebut dan meminta keterangan pengemudi terkait dokumen serta tujuan pengangkutan. Dari pemeriksaan dan koordinasi di lokasi, diketahui pemilik gabah tidak ikut dalam perjalanan.
Untuk mencegah persoalan lebih lanjut, petugas meminta truk beserta muatannya dibawa menuju gudang terdekat. Setelah dilakukan koordinasi, gabah tersebut akhirnya diarahkan kembali ke daerah asal.
Plt. Kepala Satpol PP Provinsi Lampung M. Firsada mengatakan pengawasan dilakukan untuk memastikan lalu lintas komoditas pangan tetap terpantau, terutama di tengah kebutuhan menjaga ketersediaan dan stabilitas harga.
“Langkah ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, khususnya gabah,” kata Firsada, Selasa, 25 Agustus 2026.
Ia mengatakan pengawasan tidak semata-mata dilakukan dengan pendekatan penindakan. Petugas juga mengutamakan komunikasi dan koordinasi dengan pihak yang terlibat dalam distribusi.
Menurut Firsada, pengendalian mobilitas pangan harus dilakukan secara bersama-sama agar distribusi tetap berjalan tertib tanpa mengganggu kebutuhan masyarakat Lampung.
Satpol PP Lampung bersama unsur TNI juga akan melanjutkan pemantauan di sejumlah jalur distribusi dan titik keluar-masuk komoditas pangan.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Prinsipnya, pengawasan dilakukan untuk mendukung ketersediaan pangan dan menjaga kepentingan masyarakat Lampung,” ujarnya. (**)











