MATAMATA.ID – Kreativitas mahasiswa Universitas Lampung (Unila) kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional. Siti Sa’diyah, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis angkatan 2024, berhasil meraih Juara 3 pada kompetisi video kreatif internasional bertema teknologi dalam pembelajaran bahasa asing.
Dalam kompetisi tersebut, Siti menampilkan video edukatif mengenai pemanfaatan artificial intelligence (AI) sebagai pendamping belajar bahasa asing bagi mahasiswa dan pelajar di era digital. Konsep yang diangkat dinilai menarik karena memadukan perkembangan teknologi dengan kebutuhan pembelajaran modern.
Siti mengatakan, teknologi saat ini bisa menjadi sarana belajar yang efektif apabila digunakan secara bijak. Menurutnya, AI mampu membantu proses belajar mandiri, seperti melatih pengucapan, menerjemahkan kalimat, hingga memperluas penguasaan kosakata asing.
Meski begitu, ia menilai kehadiran teknologi tetap tidak dapat menggantikan peran tenaga pendidik dalam proses pembelajaran.
“Guru dan dosen tetap memiliki peran penting karena mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing dan memahami karakter siswa,” ujarnya, Jumat, 29 Mei 2026.
Video yang membawanya meraih penghargaan internasional itu diselesaikan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar dua hari. Mulai dari penyusunan ide, penulisan naskah, pengambilan gambar, hingga proses editing dilakukan secara mandiri dengan dukungan teman-temannya.
Di balik proses tersebut, Siti sempat menghadapi sejumlah kendala teknis, mulai dari kapasitas memori ponsel yang terbatas hingga pencahayaan sederhana saat produksi video berlangsung. Namun keterbatasan itu tidak menghalangi semangatnya untuk menyelesaikan karya terbaik.
Keberhasilan meraih Juara 3 pun menjadi pengalaman berharga bagi dirinya. Selain menambah kepercayaan diri, kompetisi tersebut juga memberinya banyak pelajaran tentang kreativitas, komunikasi, dan manajemen waktu.
Siti mengaku tidak menyangka karya sederhana yang dibuat dengan fasilitas terbatas mampu bersaing di ajang internasional. Ia berharap pencapaiannya dapat memotivasi mahasiswa lain agar berani mencoba dan tidak takut berkarya.
“Kadang yang paling penting itu keberanian untuk memulai. Jangan takut dengan keterbatasan karena proses dan kemauan belajar bisa membawa kita ke prestasi,” katanya.
Prestasi yang diraih Siti kembali menunjukkan mahasiswa Unila mampu bersaing di tingkat global melalui kreativitas dan inovasi, termasuk dalam memanfaatkan teknologi di dunia pendidikan. (**)













