Perguruan Tinggi

Unila Jadi Magnet Kolaborasi Riset Internasional, Perkuat Kebijakan Pembangunan Berbasis Bukti

×

Unila Jadi Magnet Kolaborasi Riset Internasional, Perkuat Kebijakan Pembangunan Berbasis Bukti

Sebarkan artikel ini

MATAMATA.ID – Universitas Lampung (Unila) semakin memperkuat posisinya sebagai pusat kolaborasi riset di Indonesia dengan menjadi tuan rumah Pre-Conference Workshop Indonesian Regional Science Association (IRSA) 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 4–5 Juli 2026 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unila ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas penelitian yang mendukung pembangunan daerah dan nasional.

Workshop tersebut merupakan rangkaian menuju The 21st IRSA International Conference yang akan mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara untuk membahas isu-isu pembangunan wilayah, ekonomi regional, hingga inovasi kebijakan publik.

Dekan FEB Unila, Prof. Dr. Nairobi, S.E., M.Si., mengatakan penguatan kapasitas peneliti menjadi bagian penting dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin dinamis. Menurutnya, penelitian yang berkualitas harus mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang relevan dan dapat diimplementasikan.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti pelatihan intensif yang dipandu para akademisi dari dalam dan luar negeri. Materi yang diberikan mencakup evaluasi dampak kebijakan melalui pendekatan quasi-experiment, analisis ekonometrika spasial untuk mendukung perencanaan pembangunan, hingga pemanfaatan data Indonesia Longitudinal Aging Survey (ILAS) 2023 sebagai basis penelitian mengenai isu kependudukan dan kesejahteraan lanjut usia.

Berbeda dari seminar pada umumnya, workshop ini menitikberatkan pada praktik langsung. Peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga mengolah data menggunakan perangkat lunak analisis statistik dan spasial agar mampu menerapkan metode tersebut dalam penelitian maupun penyusunan kebijakan.

Ketua panitia, Dr. Arivina Ratih, S.E., M.M., menyampaikan kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi para peneliti untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring akademik, sekaligus mengikuti perkembangan metodologi penelitian yang terus berkembang.

Melalui penyelenggaraan workshop ini, Unila bersama IRSA menegaskan komitmennya membangun budaya riset yang kuat dan kolaboratif. Kehadiran narasumber dari berbagai institusi, termasuk Australian National University, Institut Teknologi Sumatera (Itera), dan SurveyMeter, menjadi bukti bahwa pengembangan ilmu pengetahuan memerlukan sinergi lintas perguruan tinggi dan lembaga penelitian.

Selain memperkuat kompetensi peserta, kegiatan ini diharapkan melahirkan lebih banyak penelitian berkualitas yang dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan publik. Dengan demikian, hasil riset tidak berhenti di ruang akademik, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan wilayah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *