Perguruan Tinggi

Unila dan BRIN Perkuat Hilirisasi Riset, Singkong Lampung Jadi Prioritas Inovasi

×

Unila dan BRIN Perkuat Hilirisasi Riset, Singkong Lampung Jadi Prioritas Inovasi

Sebarkan artikel ini

MATAMATA.ID – Universitas Lampung (Unila) memperkuat langkah hilirisasi riset melalui kerja sama strategis dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat pemanfaatan hasil penelitian menjadi inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan dunia industri.

Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) antara kedua institusi di Gedung Rektorat Unila, Jumat, 19 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BRIN Prof. Arif Satria, Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani, Deputi Bidang SDM Iptek BRIN Edy Giri Rachman Putra, serta jajaran pimpinan Unila.

Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani mengatakan, sinergi dengan BRIN menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi di lingkungan kampus.

Menurutnya, pengembangan riset berbasis potensi unggulan daerah harus dilakukan secara terintegrasi dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu.

Salah satu fokus yang akan dikembangkan yakni riset singkong melalui Cassava Centre. Sebagai provinsi penghasil singkong terbesar di Indonesia, Lampung dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan produk turunan bernilai tambah tinggi.

“Potensi lokal harus menjadi kekuatan utama dalam membangun daya saing daerah melalui inovasi dan riset,” ujar Lusmeilia.

Pengembangan Cassava Centre tidak hanya melibatkan bidang pertanian, tetapi juga menggandeng keilmuan teknik, ekonomi, dan hukum untuk menciptakan model pengembangan industri singkong yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala BRIN Prof. Arif Satria menyambut baik inisiatif Unila dalam mengusulkan pembentukan Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Cassava.

Ia menilai riset yang berfokus pada satu komoditas unggulan dengan pendekatan komprehensif akan menghasilkan dampak yang lebih nyata bagi masyarakat.

“Yang terpenting adalah bagaimana riset mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat ekonomi,” kata Arif.

Menurutnya, BRIN terus mendorong lahirnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor industri guna mempercepat hilirisasi hasil penelitian.

Melalui kerja sama tersebut, BRIN juga membuka peluang pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan inovasi yang dapat mendukung produktivitas UMKM dan industri nasional.

Kerja sama Unila dan BRIN diharapkan menjadi titik awal lahirnya berbagai inovasi berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Lampung sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan riset pertanian tropis. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *